8 Tanda Bahaya Perkembangan Anak

Memiliki bayi dan melihat perkembangannya dari hari ke hari merupakan  pengalaman yang menakjubkan dan kadang mencemaskan bagi setiap orangtua. Kecemasan timbul ketika melihat perkembangan anak tidak sepesat kawan-kawan sebayanya.

Sesungguhnya, orangtua baru benar-benar layak cemas bila anak menunjukkan tanda-tanda bahaya dalam perkembangannya. Pakar perkembangan anak, Prof Sue Woolfenden dari Universitas New South Wales, Australia menyebutkan delapan red flag/tanda bahaya dalam perkembangan anak, yaitu apabila:


1. Ada regresi /kemunduran perkembangan

Anak tidak menunjukkan perkembangan tetapi malah kemunduran dari waktu ke waktu. Ini berlaku pada usia berapapun.


2. Tidak berguling saat usia 6 bulan

Saat usia 6 bulan, seharusnya bayi bisa berguling sambil berbaring. Bila di usia ini dia belum bisa melakukannya, maka ini merupakan tanda bahaya.


3. Tidak duduk saat usia 8 bulan

Bayi yang normal bisa duduk ketika usia 6-7 bulan. Ketika berusia 8 bulan  bayi belum bisa menopang tubuhnya sendiri untuk duduk, orangtua wajib waspada.


4.Tidak merangkak saat usia 10 bulan

Bayi 10 bulan normalnya sudah bisa merangkak bahkan berdiri. Namun jika di usia itu dia dia belum bisa merangkak, orangtua harus mencari tahu apa sebabnya.


5. Tidak babbling di usia 12 bulan

Babling adalah ketika bayi mengeluarkan bunyi dari mulutnya berupa pa-pa-pa, ma-ma-ma, ta-ta-ta. Bila di usia 12 bulan dia belum bisa melakukannya, bahkan bayi juga belum bisa menunjuk, menggunakan bahasa isyarat / bahasa tubuh (gestur) serta tidak menoleh saat dipanggil namanya itu adalah tanda bahaya.


6. Tidak ada kata saat usia 16 bulan

Normalnya bayi sudah mulai mengeluarkan kata-kata pada usia 16 bulan walau belum jelas. Bila di usia itu bayi belum mengeluarkan satu patah kata pun dari mulutnya, waspadalah.


7. Tidak jalan saat usia 18 bulan

Normalnya bayi bisa berjalan sendiri usia 12-18 bulan. Bila pada usia 18 bulan bayi belum juga bisa berjalan sendiri, berarti itu merupakan tanda bahaya.


8. Tidak ada kombinasi dua kata saat usia 2 tahun

Tanda bahaya yang terakhir adalah ketika di usia 2 tahun, anak belum juga mengombinasikan dua kata. Di mana normalnya pada usia itu anak sudah bisa bicara untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Bila orangtua menemukan salah satu atau beberapa tanda bahaya tersebut pada si kecil, segera saja berkonsultasi pada dokter anak. Lebih baik lagi bila dokter tersebut memiliki konsentrasi pada masalah perkembangan. Dokter akan memberikan rekomendasi, mungkin berupa terapi atau yang lainnya.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!