Amankah Menindik Telinga Bayi?

Tindik telinga pada bayi perempuan telah menjadi tradisi di sebagian kalangan masyarakat Indonesia. Tindik bahkan sering dilakukan pada bayi yang baru berusia beberapa hari. Sebagian orangtua beranggapan, tindik telinga merupakan bentuk identifikasi untuk si bayi. Sebenarnya, amankah menindik telinga bayi?

Menurut para ahli kesehatan anak, menindik telinga bayi boleh-boleh saja dilakukan, selama caranya benar dan dilanjutkan perawatan yang benar pascatindik. Menurut sejumlah ahli, semakin muda usia anak saat ditindik, semakin kecil pula kemungkinan ia mengalami jaringan parut atau keloid pada telinga yang ditindik. Ada pendapat yang mengatakan, jika tindik dilakuan pada anak usia di atas 11 tahun, maka kemungkinan terjadinya keloid yang sulit dihilangkan, akan semakin besar.

Sementara itu, ada pula yang berpendapat, tindik telinga pada bayi paling tidak harus menunggu setidaknya si bayi berusia 2 hingga 6 tahun. Hal ini untuk menghindari kemungkinan terjadinya alergi atau infeksi kulit, mengingat kondisi bayi yang masih rentan. Lepas dari berbagai pendapat tersebut, penting kiranya untuk melakukan tindik secara benar berikut perawatan luka akibat tindik.

Perlu disadari, berapa pun usia anak saat ditindik, tentu ada risikonya. Namun risiko itu dapat diminimalisasi dengan prosedur tindik dan perawatan luka yang baik. Untuk tindik telinga bayi, sebaiknya dilakukan oleh dokter atau bidan, menggunakan alat tindik steril yang terbuat dari baja bedah hypoallergenic.Pilihlah bentuk anting yang sederhana dan berukuran kecil, misalnya bentuk bulat dengan penampang pipih. Bahan anting bisa dari emas, perak, titanium, atau bahan-bahan lain yang minim risiko alergi.

Pastikan luka bekas tindik selalu bersih dan kering. Jangan melepas anting selama enam pekan setelah tindik atau setidaknya hingga lukanya kering. Oleskan larutan pembersih yang direkomendasikan dokter di sekitar cuping telinga dua kali sehari, dan putar anting setidaknya sekali sehari. Keringkan telinga segera setelah mandi, agar bekas tindik tidak lembab. Jika kemudian ditemukan gejala infeksi seperti lubang tindik bernanah atau meradang, segera bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!