Amankah Penggunaan Kipas Angin untuk Si Kecil?

Sebagai negara yang berada di kawasan yang beriklim tropis, suhu udara panas memang kadang menimbulkan rasa tidak nyaman. Karena itu lumrah dijumpai penggunaaan air conditioner (AC) ataupun kipas angin di kamar tidur, tak terkecuali kamar tidur anak. Di kalangan keluarga menengah, kipas angin lebih banyak dipilih karena harga unit dan biaya listriknya yang lebih terjangkau. Jika kipas angin biasa digunakan orang dewasa, amankankah penggunaan kipas angin untuk si kecil?

Menurut ahli kesehatan, pengggunaan kipas angin yang moderat sebenarnya masih diizinkan, untuk orang dewasa maupun anak-anak. Karena itu, penggunannya tetap harus diatur. Pasalnya penggunaan kipas angin untuk menyejukkan ruangan kamar anak secara tak terkontrol juga memiliki efek buruk bagi kesehatan. Kipas angin tidak boleh diarahan langsung ke tubuh atau wajah si kecil. Sementara pemakaiannya pun harus dibatasi. Ada beberapa  risiko yang mungkin terjadi atas penggunaan kipas angin sembarangan.

Anak mungkin saja mengalami dehirasi. Semburan angin dari kipas terus menerus membuat suhu kamar dingin, membuat anak kehilangan cairan tubuh. Tanda-tandanya, si kecil akan mengalami kehausan. Tidak hanya kekurangan air, semburan angin dari kipas langsung ke wajah atau tubuh si kecil dapat berisiko membuat kesulitan bernapas. Kebanyakan angin yang berasal dari kipas angin bisa jadi mengandung karbondioksida yang hanya berputar-putar di sekitar ruangan karena tidak ada pertukaran udara di sekitarnya. Akhirnya, udara yang terhirup oleh si kecil pun tidak terbaharui. Kipas angin berisiko membawa debu atau kotoran yang terbawa angin, meski sering dibersihkan atau dilengkapi penyaring debu. Debu atau kotoran yang terbawa kipas dapat membuat iritasi pada mata dan saluran napas si kecil. Jika si kecil terlalu sering menghirup angin dari kipas angin, si kecil juga akan berisiko terkena asma di kemudian hari. Jika memang perlu menggunakan kipas angin, pastikan semburan angin tidak langsung mengarah ke tubuh atau wajah si kecil. Arah angin dapat dipantulkan ke dinding, lemari atau objek besar lainnya. Pastikan pula kebersihan kipas dari debu dan kotoran yang menempel, agar mata dan saluran napas si kecil tetap terjaga kesehatannya.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!