Anak Balita Susah Makan? Ini Cara Mengatasinya

Anak yang susah makan agaknya menjadi problem klasik yang dihadapi banyak orangtua. Hal ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri terutama bagi ibu. Meski demikian, para ahli tumbuh kembang menyatakan, tidak perlu panik berlebihan jika anak Anda tergolong susah makan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak usia bawah lima tahun (Balita) yang susah makan:

  • Atur jadwal makan

Makan merupakan aktivitas yang harus dikenalkan sejak dini sebagai rutinitas harian. Karena itu, sebagai langkah awal, Anda perlu memastikan jadwal makan si kecil setiap harinya tidak berubah. Makan pagi di pukul sekian, makan siang di jam sekian demikian juga dengan makan malam. Selain untuk mengenalkan anak pada rutinitas, hal ini juga sebagai latihan disiplin untuk anak. Idealnya, anak mendapatkan tiga kali makan besar dan dua kali makanan selingan (camilan) dalam sehari.

  • Libatkan anak menyiapkan makanan

Ajak anak untuk ikut menyiapkan menu makanannya. Jika di pagi hari, anak mungkin bisa langsung sarapan dengan menu yang sudah matang saat dia bangun tidur, maka ajaklah anak untuk menyaksikan Anda memasak menu makan siang dan makan malamnya. Mulai dari menyiangi sayuran, daging atau ikan, hingga meracik bumbu yang mungkin digunakan. Sembari mengolah bahan makanan, Anda bisa bercerita tentang kandungan gizi dari bahan makanan tersebut. Meski anak mungkin belum sepenuhnya mengerti, namun hal itu kan memancing rasa ingin tahu si kecil.

  • Plating yang menarik

Buatlah plating (penataan makanan) yang menarik untuk anak. Kadang penataan makanan di atas piring bisa membuat napsu makan anak bangkit. Anda bisa saja mengambil ide para ibu yang hobi membuat bento sebagai bekal makanan anak ke sekolah. Plating dengan bentuk seperti hewan, tokoh kartun seperti doraemon pasti akan membuat si kecil tertarik mendekati meja makan, dan menguyah isi dalam piringnya.

  • Menu variatif

Rancanglah menu makanan yang variatif. Luangkan sedikit waktu Anda untuk berselancar di internet mencari alternatif menu harian yang mungkin disukai anak-anak. Agar praktis, Anda dapat menyusun menu sekaligus untuk satu pekan atau bahkan lebih. Anda dapat memasukkan satu jenis masakan favorit anak dalam menu harian. Sebagai pendamping menu favorit, Anda bisa menyisipkan masakan baru lainnya. Selain untuk memenuhi kecukupan gizi si kecil, ini juga penting dilakukan agar anak mengenal variasi makanan dan tidak terpaku pada menu yang itu-itu saja.

  • Pantau perkembangan

Yang terakhir, meski mungkin anak Anda sulit makan, tetap pantau terus perkembangannya dari bulan ke bulan. Jika si kecil termasuk anak yang aktif dan bertumbuh kembang baik, artinya anak Anda tergolong sehat. Namun, jika Anda masih saja khawatir dengan pola makan dan proses tumbuh kembang si kecil, maka disarankan untuk berdiskusi dengan dokter ahli tumbuh kembang untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!