Anak Cengeng? Ini Penyebabnya

Menangis adalah hal wajar yang dilakukan seorang anak. Si kecil melakukan itu sebagai salah satu cara mengekspresikan perasaannya. Tapi bagaimana jika anak punya kebiasaan sedikit-sedikit menangis alias cengeng? Jika itu dibiarkan, tentu dikhawatirkan bisa menjadi kebiasaan negatif ketika kelak ia beranjak dewasa. 

Ayah-Ibu mungkin juga merasa kurang nyaman jika si kecil mudah sekali menangis. Tapi sebaiknya jangan selalu langsung dimarahi ya! Cobalah terlebih dulu mencari tahu penyebabnya. Ada beberapa penyebab anak cengeng. Ayah-Ibu bisa simak dari penjelasan berikut ini:

  • Anak terlalu dimanja
    Anak cengeng bisa jadi karena orangtua terlalu memanjakannya. Misalnya, apa saja yang diminta anak selalu diberikan. Termasuk saat anak menangis karena meminta atau menginginkan sesuatu, Ayah-Ibu langsung memberikannya dengan tujuan supaya ia berhenti menangis. Kebiasaan seperti ini membuat anak akan menjadikan menangis sebagai senjata untuk membujuk orang lain, demi mendapatkan segala sesuatu yang ia inginkan. Supaya tidak menjadi kebiasaan, sebaiknya Ayah-Ibu segera mengubah pola asuh terhadap anak ini agar kelak tidak berpengaruh buruk pada perilakunya kelak. 
  • Meniru orang lain
    Anak cengeng karena meniru kebiasaan orang lain. Bisa jadi dari orang tuanya sendiri atau orang dewasa lainnya, teman, atau karena sering melihat tayangan di televisi ataupun di media sosial. Sehingga orangtua pun harus mengubah kebiasaan dari diri sendiri agar menjadi lebih positif. Beri pemahaman kepada anak tentang perilaku orang lain, termasuk teman-teman yang cengeng agar tidak perlu ditiru. Beri batasan kepada anak-anak agar tidak terlalu sering melihat tayangan-tayangan televisi ataupun media sosial yang memberi pengaruh buruk untuk mereka. 
  • Bawaan sejak dari dalam kandungan 
    Ada yang berpendapat, sifat atau karakter anak bisa terbentuk sejak ia masih dalam kandungan, terutama dari pengaruh kondisi psikologis ibunya saat hamil. Jika selama masa kehamilan ibunya selalu merasa bahagia, si kecil kelak menjadi anak yang periang, ceria, dan aktif. Namun sebaliknya, jika selama mengandung sang ibu sering merasa sedih, kerap menangis, stres, atau tertekan, maka si kecil akan memiliki sifat sensitif, mudah menangis atau cengeng. 

Nah, dengan mengetahui berbagai penyebab di atas, Ayah-Ibu bisa mengantisipasi agar anak tidak tumbuh menjadi sosok cengeng. Semoga!

Suka artikel ini? Ayo bagikan!