Anak Gampang Bersin dan Pilek, Bisa Jadi Rhinitis

Anak gampang bersin dan pilek hanya karena di dekatnya ada orang yang lagi menyapu atau mencium sari bunga? Jangan-jangan dia terkena rhinitis. Rhinitis adalah salah satu jenis penyakit alergi pada membran hidung. Alergi ini sebenarnya tidak membahayakan. Namun sangat mengganggu kenyamanan dan mempengaruhi aktivitasnya anak sehari-hari. Bila terjadi pada jam tidur, maka akan terganggu tidurnya. Karena kurang tidur, selanjutnya akan terganggu konsentrasinya.

Anak bisa didiagnosis rhinitis setelah dokter melihat riwayat alergi ataupun pemeriksaan pada bagian dalam hidung. Rhinitis pada anak ada yang bisa sembuh seiring bertambahnya usia. Namun banyak juga yang terus diderita hingga dewasa. Faktor pencetus/alergennya bisa asap kendaraan, asap rokok, serbuk sari bunga, tungau pada debu, bulu binatang, air liur kucing dan jamur.

Adapun gejala-gejala penyakit rhinitis adalah bersin-bersin, pilek, hidung tersumbat, hidung gatal, mata gatal dan berair, tenggorokan sakit, sering sakit kepala dan gatal-gatal pada kulit. Anak bisa mengalami satu atau beberapa gejala sekaligus ketika bersentuhan dengan alergen.

Agar rhinitis tidak kambuh sesunggunya sederhana. Penderita hanya harus menghindari alergen. Namun ini kadang sulit dilakukan karena alergen datangnya tak terduga. Supaya kondisi anak lebih sehat, tentu saja mesti menerapkan pola hidup sehat. Masalah ini bisa dikonsultasikan pada dokter anak. Dokter akan meresepkan obat. Rhinitis sebaiknya diobati untuk mengurangi peradangan. Sehingga anak bisa beraktivitas secara normal sehari-hari. Kualitas hidup ananda akan meningkat.

Bila rhinitis tidak diobati, bisa jadi akan menyebabkan kondisi yang lebih serius di kemudian hari. Sejumlah kasus rhinitis yang tidak diobati berlanjut menjadi asma. Asma adalah peradangan pada saluran udara yang gejalanya hampir mirip namun lebih berat daripada rhinitis, yang ditandai dengan sulit bernafas, banyak produksi lendir dan nyeri di dada.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!