Anak Suka Mengacak-Acak Rumah? Itu Tandanya Pintar

Masa-masa anak usia bawah lima tahun (Balita), adalah masa paling menantang bagi orangtua terutama ibu. Selain harus memastikan kesehatan dan gizi si kecil terjaga, ibu sering dipusingkan dengan kondisi rumah yang tidak pernah beres. Bagaimana tidak, punya anak Balita hampir selalu identik dengan rumah yang berantakan. Entah kenapa si kecil hobi banget ya mengacak-acak rumah? Anda punya pengalaman yang sama? Jangan khawatir, ternyata anak yang suka mengacak-acak rumah malah justru pertanda mereka anak pintar. Kok bisa? Berikut ini penjelasannya.

Menghamburkan mainan ke segala ruangan, makan berantakan, hingga mencoret-coret dinding kamar lumrah dilakukan anak usia Balita. Kesal ya Bu? Tentu saja. Pekerjaan beberes rumah seperti tak ada habisnya. Namun ternyata, justru dengan mengacak-acak rumah, si kecil malah belajar banyak hal. Usia Balita merupakan masa di mana si kecil mengalami pertumbuhan yang luar biasa pesat, dalam hal motorik juga kognitif. Karena itu rasa ingin tahunya pun besar juga. Si kecil selalu ingin mengeksplorasi segala hal yang ada di lingkunganya. Dan saking semagatnya, seringkali si kecil jadi malah membuat berantakan.

Penelitian yang dilakukan di Universitas Lowa yang dimuat dalam Jurnal Developmental Science menyebutkan, anak Balita mengumpulkan informasi tentang dunia di sekitarnya dengan  menyentuh, dan merasa bahkan melempar-lempar benda, termasuk mainan dan makanannya. Penelitian tersebut menemukan bahwa anak yang cenderung berantakan saat bermain, memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mempelajari benda sekaligus mengingat namanya.

Menurut penelitian itu, informasi dari suatu benda yang dilempar atau diacak-acak oleh anak akan lebih mudah mereka ingat. Anak-anak yang suka bikin berantakan saat bermain diketahui lebih akurat dalam memberi nama benda. Menurut peneliti, caranya memang cenderung mengacak-acak, misalnya dengan mengambil, menggenggam, kemudian memasukkan benda-benda ke mulut. Sedangkan, anak yang tidak berantakan misalnya hanya menyentuh dan menusukkan jari ke suatu benda. Yang tidak kalah penting, mengacak-acak mainan membuat si kecil bisa mempelajari kosakata di awal perkembangannya, sehingga, kemampuan kognitifnya bisa berkembang baik saat dewasa. Nah, jangan sewot lagi ya kalau anak Anda hobi mengacak-acak rumah.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!