Bahaya Meniup Makanan saat Menyuapi Anak

Meniup makanan yang masih panas, biasa dilakukan orangtua ataupun pengasuh anak. Ini dianggap sebagai aktivitas yang lazim karena makanan yang panas akan segera dingin setelah ditiup. Jadi mulut anak terutama bagian lidah tidak kepanasan saat makan. Aktivitas menyuapi pun menjadi lebih lancar. Apalagi kalau anak tidak sabar mau segera makan. Makanan bisa ditiup lebih keras lagi untuk cepat disuapkan.

Tapi tahukah Ibu, bahayanya meniup makanan? Adakah hubungannya mengapa si kecil sering sakit-sakitan? Bisa jadi ada lho…. Terdapat sejumlah alasan mengapa makanan yang mau disuapkan kepada anak tak boleh ditiup oleh siapapun. Sehingga kebiasaan meniup makanan memang sebaiknya ditinggalkan.

Jadi, ketika makanan ditiup sebenarnya itu merupakan sarana transfer kuman dari mulut orang dewasa. Kuman-kuman dari dalam mulut terhembus keluar saat udara dihembuskan di atas makanan. Tak hanya udara, ketika makanan ditiup dengan mulut, sebenarnya percikan ludah yang kemungkinan disertai kuman juga ikut menghambur keluar dan dinggap pada makanan yang akan dikonsumsi si kecil.

Akhirnya, sejumlah penyakit bisa ditularkan kepada si kecil. Bisa penyakit yang “ringan” seperti flu biasa atau yang disertai batuk dan pilek berkepanjangan. Bisa juga pengakit herpes oral, atau bahkan yang lebih serius seperti tuberculosis (TB) dan meningitis bila stamina/kondisi kesehatan anak sedang tidak baik.

Lalu bagaimana solusinya? Bila makanan masih terlalu panas untuk dimakan, diamkan saja beberapa waktu. Tunggu hingga makanan menjadi berkurang suhunya dan aman dimakan oleh si kecil. Bila si kecil  rewel ingin segera makan, alihkan perhatiannya dengan mengajaknya bermain atau melakukan aktivitas lainnya. Sekali lagi, jangan meniup makanan yang akan disuapkan kepada anak tersayang.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!