Banyak Direkomendasikan, Tapi Madu Tak Baik untuk MPASI

ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Beri ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan. Setelah itu lalu tetap beri bayi ASI, dengan tambahan makanan pendamping. Pemberian MPASI Berbagai resep MPASI ditawarkan. Salah satu bahan makanan pendamping yang banyak direkomendasikan adalah madu. Namun tahukah Ibu, madu sebaiknya tidak diberikan kepada bayi sebagai MPASI.

Berdasarkan panduan dari Unicef.org, pada usia 6-9 tahun, bayi bisa diberikan makanan apapun sebagai MPASI, kecuali madu. Madu baru bisa diberikan ketika bayi telah genap berusia 1 tahun. Madu tidak disarankan diberikan kepada bayi yang belum genap satu tahun, karena biasanya mengandung bakteri Clostridium botulinum. Bakteri ini akan melepaskan racun ketika dalam kondisi kekurangan oksigen, seperti saat berada di dalam kaleng tertutup, dalam botol atau di dalam tubuh manusia.

Mengapa anak yang genap satu tahun sudah boleh mengonsumsi madu? Karena anak di atas 1 tahun sudah membangun kekebalan tubuhnya dengan baik. Sehingga bakteri yang mungkin ada dalam madu tidak akan memberikan pengaruh.  Bakteri Clostridium botulinum ini akan melepaskan racun bila berada di tempat-tempat yang kurang oksigen seperti kaleng yang tertutup, botol ataupun di saat berada di dalam tubuh manusia.

Bila si kecil yang belum berusia satu tahun diberikan madu, dia bisa mengalami botulisme. Botulisme adalah keracunan serius yang disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Keracunan bakteri ini mengakibatkan fungsi syaraf terganggu. Gejala botulisme pada bayi bisa dari yang ringan seperti sekadar perut kembung hingga yang berat yaitu melemahnya otot-otot tubuh sampai terjadi kelumpuhan. Oleh karena itu sebaiknya Ibu hati-hati saat memberikan MPASI. Tunda memberikan madu kepada si kecil hingga usianya satu tahun. Madu akan bagus bila diberikan kepada bayi yang berusia di atas  satu tahun, di mana  bayi sudah terbangun dengan baik.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!