Janethes
Janethes

Sosial Media kami:

Bayi Pilih Botol Ketimbang Menyusu, Apa Penyebabnya?

Sebagian ibu menyusui memilih menggunakan botol untuk memberikan air susu ibu (ASI) kepada bayinya ketika ia tidak bisa menyusui secara langsung. Salah satu alasannya karena penggunaan botol dinilai praktis. Tapi bagaimana jika si kecil akhirnya lebih suka menyusu dari botol daripada menyusu langsung dari payudara ibu? Hal ini mungkin akan membuat ibu bingung, sedih, bahkan panik dan stres. 

Apalagi jika bayi menjadi lebih sering menyusu dari botol, tentu sangat mempengaruhi produksi ASI. ASI yang dihasilkan akan menurun karena stimulasinya berkurang. Sangat penting untuk diketahui mengapa bayi menjadi lebih suka menyusu dari botol ketimbang menyusu langsung pada ibu. Penyebab utamanya, karena menyusu dengan botol lebih mudah. 

Saat menyusu dari payudara ibu, bayi memang harus berusaha lebih keras untuk bisa mendapatkan ASI. Mekanismenya berbeda dengan saat bayi menyusu dengan menggunakan botol. Butuh kesabaran lebih ketika bayi menyusu langsung dari payudara ibu. Ketika mengisap payudara ibu, bayi harus mengatur gerakan rongga mulut, lidah, dan rahangnya dengan tepat sehingga bisa mengeluarkan aliran ASI. 

Yang pasti, lebih mudah bagi si kecil untuk mendapatkan ASI saat ia menyusu dengan menggunakan botol. Aliran air susu pun lebih cepat keluar ketika bayi mengisap dot dibandingkan dari payudara ibu. Penyebab lain adalah karena bayi mengalami bingung puting (nipple confusion), yaitu kondisi ketika si kecil kesulitan saat menyusu pada payudara ibu terutama karena ia mulai terbiasa dan telanjur nyaman menyusu dengan menggunakan botol. 

Selain itu, bayi menolak menyusu langsung pada ibu karena merasa tidak nyaman. Bisa jadi karena posisi menyusu yang kurang pas, ada perubahan perilaku pada ibu seperti berganti parfum dan sebagainya, atau karena ibu sedang stres. Nah untuk mengatasinya, tak ada cara lain kecuali kembali meningkatkan frekuensi menyusui langsung pada bayi. Sering-seringlah melakukan sentuhan kulit ke kulit (skin to skin) dengan bayi agar terjalin lagi kedekatan antara ibu dengan si kecil. Kendalikan perasaan ibu saat sedang menyusuinya. 

Kurangi penggunaan botol susu, atau akan lebih baik jika Ibu menghentikannya dan menggantinya dengan alat lain seperti pipet atau sendok, untuk tetap bisa memberikan ASI kepada bayi Anda. 

Suka artikel ini? Ayo bagikan!

Artikel Terkait Bayi

  • Tips Aman Hilangkan Bau Kaki pada Bayi

    Tips Aman Hilangkan Bau Kaki pada Bayi

    Beberapa bayi mungkin juga bisa mengalami masalah bau kaki, terutama bila si kecil memiliki bakat hiperhidrosis, atau mudah sekali berkeringat. Masalah ini tak urung bisa membuat ayah-ibu bingung. Bil...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada Mei 3, 2021
  • Normalkah Bau Tak Sedap pada Kaki Bayi?

    Normalkah Bau Tak Sedap pada Kaki Bayi?

    Tubuh bayi pada umumnya memiliki aroma khas yang biasanya banyak disukai ayah-ibu,  sekalipun si kecil ini belum dimandikan. Namun ketika tercium bau yang tidak sedap pada kaki bayi, pastinya aya...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada Mei 1, 2021
  • Hati-hati Menjenguk Bayi Baru Lahir saat Pandemi, Ini etikanya

    Hati-hati Menjenguk Bayi Baru Lahir saat Pandemi, Ini etikanya

    Saat mendengar kabar tentang kelahiran buah hati saudara, kerabat, tetangga, atau sahabat, tentunya kita pun akan turut merasakan kebahagiaan mereka ya, Ayah-Ibu? Kita juga akan sangat antusias berkun...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada Mei 1, 2021
  • Ini Lho Faktor yang Mempengaruhi Warna Kulit si Kecil

    Ini Lho Faktor yang Mempengaruhi Warna Kulit si Kecil

    Warna kulit bayi rata-rata tidak jauh berbeda dengan warna kulit orangtuanya. Bila kulit orangtua bayi, baik keduanya ataupun hanya salah satunya, ayah atau ibu, berkulit putih atau cerah, biasanya ba...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 27, 2021
  • Bahan-Bahan Alami untuk Mengobati Gudik

    Bahan-Bahan Alami untuk Mengobati Gudik

    Scabies atau penyakit kulit yang dikenal dengan istilah kudis atau gudik, bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Memang tidak berbahaya, tapi bila tidak segera diobati tentu saja akan sangat m...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 20, 2021

Artikel Populer