Bedanya Vaksin Berefek Demam dan Tanpa Demam

Vaksinasi untuk bayi baru lahir merupakan hak kesehatan dasar anak yang harus dipenuhi oleh orangtua. Karena itu, orangtua wajib mengupayakan pemberian vaksinasi tersebut baik melalui klinik maupun rumah sakit. Tak jarang dijumpai, ketika akan melakukan vaksinasi di klinik atau rumah sakit, orangtua akan ditanyai jenis vaksin yang dikehendaki. Tanpa menyebut merek, tenaga medis akan menyebut efek samping dari vaksin, menyebabkan demam atau tidak. Apa sih bedanya vaksin yang berefek demam dan tanpa demam?

Bayi yang baru lahir hingga usia 1 tahun, setidaknya harus mendapatkan 6 kali vaksinasi wajib. Yaitu vaksin hepatitis B (HB) O, BCG/Polio 1, DPT/HB 1, Polio 2, DPT/HB 2, Polio 3, DPT/HB 3, Polio 4 dan imunisasi campak. Vaksin yang berefek demam, biasanya membuat bayi rewel, atau minimal merasa tidak nyaman. Demam merupakan salah satu efek samping yang bisa terjadi pada beberapa anak setelah diberi vaksin, misalnya vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus). Hal ini pun menjadi alasan sejumlah orangtua memilih jenis vaksin yang tidak menyebabkan demam.

Perlu diketahui, demam disebabkan oleh vaksin yang mengandung whole cell, yang berarti vaksin dibuat dari seluruh sel kuman yang telah dilemahkan. Akibatnya, ada risiko anak mengalami demam hingga kejang demam pascavaksinasi. Sementara pada vaksin yang tidak menimbulkan demam, atau berkurang kadar demam yang ditimbulkan, adalah vaksin jenis acellular, yaitu jenis vaksin yang dibuat tanpa sel inti kuman. Meski demikian, menurut penelitian, vaksin whole cell  memberikan efek kekebalan terhadap penyakit yang lebih lama ketimbang vaksin acellular. Karena itu, anak-anak yang mendapatkan vaksi acellular harus mendapatkan vaksin ulang setelah beberapa tahun, untuk mendapatkan vaksinasi booster.

Menurut Kementerian Kesehatan, melalui Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan,vaksin whole cell  adalah vaksin lokal yang diproduksi oleh PT Biofarma, BUMN yang bergerak di bidang farmasi. Sedangkan vaksin acellular adalah vaksin impor, dan tersedia di rumah sakit swasta. Dengan perbedaan kandungan vaksin dan metode pembuatannya, vaksin acellular tentu memiliki harga lebih mahal dibanding vaksin whole cell. Yang perlu dicatat, bahwa sekali menggunakan vaksin acellular tanpa demam maka pada imunisasi berikutnya juga harus menggunakan vaksin lanjutan yang sama, dan tidak boleh diselang-

Suka artikel ini? Ayo bagikan!