Gejala Usus Buntu Pada Anak

Apendisitis atau radang usus buntu bisa menimpa siapapun, tak kecuali anak-anak. Bila anak terkena apendisitis maka butuh penanganan medis sesegera mungkin. Apendisitis biasanya disebabkan oleh adanya infeksi perut yang menyebar ke usus buntu. Bisa juga karena adanya penyumbatan yang memblokir usus buntu sehingga menjadi bengkak/radang. Penyebab lainnya adalah karena terjadi penyumbatan akibat tinja yang mengeras ataupun pembengkakan kelenjar getah bening yang letaknya berada di usus.

Tidak ada yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya radang usus buntu pada anak. Yang bisa dilakukan adalah pemeriksaan yang tepat agar kasusnya bisa segera diidentifikasi kemudian dilakukan penanganan segera sehingga tidak terjadi komplikasi. Bila radang usus buntu terjadi, dokter akan memberikan obat-obatan. Namun bila obat tidak bekerja akan dilakukan tindakan bedah/apekdektomi untuk mengeluarkan usus buntu. Bisa juga dengan teknologi yang lebih praktis dan modern yaitu laparoskopi.

Bila radang usus buntu tidak segera ditangani, maka bisa pecah dalam waktu 24 jam hingga 72 jam sejak gejala dimulai. Bila ini terjadi, rasa sakit akan menyebar. Kuman dan kotoran dalam usus buntu akan keluar dan bisa menimbulkan infeksi serta peradangan yang lebih luas. Selanjutnya penanganannya harus dilakukan operasi besar untuk membersihkan organ-organ dalam perut terutama bagian usus.

Kabar buruknya, seringkali apendisitis pada anak ini terlambat ditangani karena anak-anak belum mampu mengekspresikan keluhan dan tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Oleh karena itu orangtua harus peka sehingga dapat mengenali dan mengantisipasi bila menemukan gejala apendisitis pada anaknya. Berikut ini adalah gejala radang usus buntu pada anak:

  • Sakit perut, terutama di bagian kanan bawah. Bila si kecil mengeluh sakit di bagian itu coba tekan pelan. Bila sakitnya bertambah, bisa jadi itu gejala radang usus buntu. Rasa sakit juga akan dirasakan ketika batuk atau terjadi guncangan, misalnya saat naik kendaraan dan melewati polisi tidur.
  • Peningkatan sel darah putih, bisa diketahui melalui tes darah di laboratorium.
  • Perut kembung, kadang mengeras. Bila dilakukan pemeriksaan ternyata fungsi hati, ginjal normal maka bisa jadi itu karena radang usus buntu.
  • Mual muntah
  • Tidak nafsu makan
  • Demam
  • Diare

Bila anak mengalami gejala-gejala di atas, harus segera dibawa ke dokter secepatnya agar si kecil mendapat penanganan yang tepat. Dokter bisa jadi akan merekomendasikan pemeriksaan radiologi, USG, cek darah dan urine.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!