Ini Lho, Gangguan Kesehatan yang Kerap Dialami Bayi Baru Lahir

Setiap orangtua tentu menginginkan bayinya selalu sehat, dan tumbuh menjadi anak yang cerdas dan aktif.  Namun, daya tahan tubuh yang masih lemah membuat bayi rentan terserang penyakit di beberapa pekan hingga bulan awal kehidupannya. Terlebih, bayi juga masih dalam tahap menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar rahim. Sebagai antisipasi, orangtua perlu paham, ada beberapa gangguan kesehatan yang kerap dialami bayi baru lahir.

  • Bayi kuning

Kondisi kuning pada bayi oleh kandungan bilirubin yang masih tinggi dalam tubuh bayi, akibatnya kulit hingga kornea mata bayi tampak kuning. Penyakit kuning yang dialami bayi baru lahir akan terjadi pada hari ke-3 setelah dilahirkan, dan menghilang pada pekan kedua umur bayi. Pada bayi prematur, penyakit kuning dapat berlangsung hingga dua pekan. Untuk meredakan kuning pada bayi, bisa dengan menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi selama 30 menit setiap hari. Pada kondisi tertentu, bayi kuning harus disinari di ruang perawatan khusus rumah sakit.

  • Bayi kebiruan

Bayi baru lahir memang memiliki tangan dan kaki yang kebiruan, tapi ini akan memudar seiring dengan meningkatnya sirkulasi darah. Apabila warna kebiruan itu tidak segera memudar, orangtua harus membawa bayi periksa ke dokter. Kondisi itu dikhawatirkan merupakan gejala bayi mengalami apnea, yaitu henti napas selama 15 hingga 20 detik. Apnea pada bayi biasanya dikarenakan masalah jantung yang membutuhkan tindakan medis.

  • Kolik dan gangguan perut

Kolik juga lumrah dialami bayi baru lahir. Tanda bayi mengalami kolik ialah ketika bayi menangis kecang, terus menerus tanpa alasan yang jelas. Kolik harus hilang setelah bayi berusia 3 bulan. Jika masih berlanjut, maka harus dilakukan pemeriksaan apa yang menjadi penyebabnya. Bayi baru lahir juga mungkin mengalami bagian perut yang menonjol dan lunak akibat gas atau konstipasi. Namun jika gas dan konstipasi sudah tertangani namun bengkak belum juga hilang, Anda harus segera memeriksakan bayi ke dokter.

  • Demam dan masalah kulit

Demam merupakan tanda bahwa tubuh bayi sedang mengalami infeksi, bisa virus atau bakteri. Anda harus waspada jika bayi mengalami demam tinggi, karena berisiko mengalami kejang yang berpotensi mengganggu otak. Ruam popok dan kerak pada kulit kepala juga sering terjadi pada bayi baru lahir. Untuk mengatasinya, Ibu hanya perlu memastikan popok bayi selalu bersih dan mengoleskan krim khusus untuk kulit sekitar daerah sensitif. Kerak pada kulit kepala bisa diatasi dengan sering mencuci kepala bayi menggunakan sampo yang bebas bahan kimia berbahaya.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!