Kebanyakan Telur Bikin Bisulan, Fakta Atau Mitos?

Telur merupakan sumber makanan yang kaya akan kandungan protein. Selain itu, telur juga mengandung berbagai macam vitamin, asam folat, fosfor, kalium dan seng. Karena kandungan gizinya yang tinggi, telur amat disarankan dikosumsi oleh anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Meski kandungan gizinya yang bagus untuk kesehatan, ada juga mitos yang berkembang seputar konsumsi telur. Kebanyakan makan telur, bikin gampang bisulan. Benarkah?

Perlu diketahui, bisul pada dasarnya merupakan infeksi kulit yang menyerang folikel rambut atau kelenjar minyak di bawah kulit. Awalnya, bisul hanya tampak seperti ruam kemerahan yang terasa sakit saat disentuh. Lama-lama, ia akan membentuk benjolan agak keras, berisi nanah dan agak melunak jika disentuh. Benjolan serupa jerawat ini ukurannya bervariasi, mulai dari seukuran biji kacang bahkan kadang bisa menjadi sebesar bola pingpong.

Daerah kulit berambut yang rentan berkeringat atau mengalami gesekan paling sering ditumbuhi bisul. Karena itu, bisul bisa tumbuh di bagian tubuh manapun, seperti punggung, bokong, leher, ketiak, bahkan selangkangan. Bisul juga bisa tumbuh di kulit kepala.  Menurut ahli kesehatan, bisul disebabkan oleh infeksi bakteri. Kulit yang teriritasi karena tergores atau tertusuk, dapat menjadi pintu masuk bakteri, yang kemudian menginfeksi kulit di sekitarnya.

Karena penyebab bisulan adalah bakteri Staphylococcus aureus yang menginfeksi kulit, maka dari itu telur yang sering dituduh menjadi penyebab bisulan hanyalah mitos semata ya, Bu. Kecuali untuk anak yang memang memiliki alergi protein, telur aman-aman saja dikonsumsi paling tidak dua butir sehari. 

Suka artikel ini? Ayo bagikan!