Penyebab Kepala Bayi Peyang dan Tips Mengantisipasinya

Pasti langsung galau rasanya kalau tiba-tiba mendengar pertanyaan seperti itu terhadap bayi kita ya, Bu? Ya, idealnya bentuk kepala bayi adalah bulat simetris. Namun kondisi tertentu bisa mengakibatkan bentuk kepala bayi menjadi peyang atau datar. Bentuk kepala peyang pada bayi ini memang tidak berbahaya untuk perkembangan dan fungsi otak si kecil. Tapi dari sisi estetika, kelak ini dapat mempengaruhi penampilan fisiknya.

Ada beberapa penyebab bentuk kepala bayi peyang. Untuk diketahui, saat bayi dilahirkan, tulang tengkoraknya belum menyatu dan terbentuk secara sempurna sehingga sangat rentan terhadap tekanan. Kelahiran bayi dengan proses normal rentan mengalami bentuk kepala yang tidak simetris. Kondisi ini terjadi karena kepala bayi yang masih sangat lunak itu mengalami tekanan saat melewati jalan lahir. Apalagi jika proses kelahiran normal harus dibantu vakum, bentuk kepala bayi bisa jadi terlihat agak lonjong.

Penyebab lain yakni dari kebiasaan tidur bayi yang lebih sering pada satu posisi saja. Misalnya dengan posisi telentang dalam jangka waktu lama atau terus menerus. Namun jangan khawatir. Kepala peyang pada bayi bisa diantisipasi. Ketika Anda mendapati tampilan bentuk kepala bayi yang cenderung asimetris, berikut tips yang bisa dilakukan:

  • Ubah posisi tidur bayi

Posisi tidur telentang dianjurkan untuk menghindari risiko sesak napas dan kematian mendadak pada bayi. Namun usahakan untuk sering mengubah posisi tidur si kecil dengan mengubah arah posisi tidur, memiringkan kepalanya ke sisi kanan atau kiri. Alternatif lain, saat bayi tidur telentang bisa dengan menggunakan bantal antipeyang. 

  • Variasikan posisi menggendong

Bayi bisa digendong dengan posisi duduk atau tegak, didekap ataupun dimiringkan. Jika si kecil tidur dalam gendongan, sebaiknya menggunakan lengan kanan dan kiri secara bergantian untuk menyangga kepalanya.

  • Atur posisi saat menyusui

Saat menyusui baik dengan posisi berbaring maupun digendong, aturlah posisi bayi supaya kepalanya tidak berada pada satu posisi terus menerus. Hal ini dengan cara menyusui bergantian menggunakan payudara kanan dan payudara kiri. Bila perlu gunakan bantal untuk menyangga kepala bayi. 

  • Berkomunikasi dengan bayi

Ketika bayi Anda bangun, sering-seringlah berinteraksi dengannya. Ajak ia mengobrol dengan posisi ibu di samping kanan atau kiri bayi. Panggil namanya dengan suara lembut. Ibu juga bisa bernyanyi atau memperlihatkan mainan lucu untuk menarik perhatiannya. Biasanya bayi akan merespons dengan menoleh, menggerakkan kepalanya untuk mencari sumber suara atau melihat benda-benda tersebut meskipun ia dalam posisi berbaring. Ibu bisa pindah posisi ke sisi yang berbeda dari sebelumnya. Hal itu agar kepala bayi tidak cenderung menghadap ke satu sisi. Dengan aktif menggerakkan kepalanya mengikuti arah posisi ibu, bentuk kepala peyang bisa dicegah. 

  • Latihan tengkurap.

Membaringkan bayi dengan posisi tengkurap atau yang dikenal dengan istilah tummy time, juga menjadi salah satu cara mencegah bentuk kepala bayi peyang. Cara ini bisa dilakukan ibu sesering mungkin di siang hari ketika bayi terjaga. Namun posisi ini tidak boleh lepas dari dalam pengawasan ibu ya?

  • Penggunaan helm terapi

Biasanya penggunaan helm terapi ini dianjurkan para dokter untuk mengatasi kepala peyang pada bayi. Namun sebaiknya jangan menggunakannya tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!