Perut Batita Buncit, Mengapa?

Perut bayi ataupun anak tiga tahun seringkali terlihat buncit, tampak membesar, bulat,  bengkak dan keras. Perut buncit pada bayi dan anak-anak ada yang merupakan kondisi normal, namun bisa juga ada sesuatu kejadian yang perlu diwaspadai.

Perlu Ibu ketahui, organ pencernaan anak berusia di bawah lima tahun (Balita) apalagi di bawah tiga tahun (Batita) belum kuat. Untuk membedakannya, perlu dilihat apakah membuncitnya perut diiringi dengan kenaikan berat badan atau malah penurunan berat badan? Bila diiringi kenaikan berat badan tanpa keluhan, itu merupakan kondisi normal. Namun bila sebaliknya dan disertai keluhan lain seperti nyeri dan muntah, harus diwaspadai dan segera kunjungi dokter untuk dilakukan diagnosis.

Adapun kemungkinan penyebab perut buncit pada anak-anak adalah:

  • Kembung
    Perut kembung karena banyak udara di dalam perut. Bisa terjadi karena cara makan yang salah. Misalnya makan terburu-buru dan berlebihan. Bisa juga karena intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa bisa pada anak yang alergi susu formula.
     
  • Pembengkakan organ
    Rabalah perut yang membuncit. Apabila terasa keras pada bagian perut tertentu, bisa dicurigai telah terjadi pembengkakan organ di dalam perut. Bila bagian kanan atas yang keras, bisa jadi hati mengalami pembengkakan. Bila pada bagian lain, mungkin limpa atau ginjal yang mengalami pembengkakan. Untuk kondisi ini anak harus segera mendapat perawatan dokter.

  • Tertunda BAB
    Sejumlah anak ada yang mengalami sembelit/susah buang air besar. Oleh karenanya banyak kotoran yang mestinya dikeluarkan namun masih tertimbun di dalam ususnya. Untuk solusinya, sebaiknya anak diberi banyak buah-buahan atau sayuran berserat tinggi agar mudah buang air besar. Bila diperlukan, beli obat-obatan sesuai resep dokter untuk membantu membuatnya bisa buang air besar.

  • Infeksi usus
    Ada penyakit usus bernama gardia karena infeksi parasit, yang membuat perut anak-anak membuncit. Penyakit ini bisa menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Gejalanya adalah perut buncit disertai mual, muntah dan diare. Bila anak mengalami ini, harus segera mendapat penanganan dari dokter anak Anda.
Suka artikel ini? Ayo bagikan!