Si Kecil Nyeri Leher? Lakukan Ini

Saat bangun tidur si kecil mengeluh nyeri leher. Jangan bingung, Bu. Nyeri leher memang bisa dialami oleh siapapun. Sebabnya bisa karena salah posisi tidur, bisa juga karena keseleo. Rasanya sakit tak tertahankan. Leher terasa kaku. Kepala sakit bila menengok. Si kecil bisa menangis terus-terusan kalau mengalami hal ini.

Biasanya nyeri leher akan mereda sendiri dalam waktu beberapa hari. Namun beberapa langkah di bawah ini akan membuat nyeri leher lebih cepat reda:

1. Mengompres
Saat anak mengeluh lehernya sakit, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengompresnya dengan air dingin. Bungkus potongan es batu dengan washlap. Tempelkan washlap di leher anak yang sakit. Biarkan 15-20 menit. Sensasi dingin akan membantu meredakan sakit. Bila nyeri tak kunjung reda, hari berikutnya bisa mengompresnya dengan air hangat. Bisa menggunakan washlap yang dicelupkan ke dalam air hangat dan diperas. Bisa juga menggunakan botol. Sensasi hangat akan membantu mengendurkan otot-otot yang kaku.

2. Beri pijatan
Beri pijatan lembut pada arena leher yang sakit. Urut pelan-pelan dari atas ke bawah, dari kepala ke pundak. Pijatan bisa mengurangi kekakuan otot di sekitar leher. Pastikan pijatan ini pijatan yang lembut. Jangan malah menambah rasa sakitnya dengan pijatan yang keras.

3. Mandi air hangat

Mandikan anak dengan air hangat. Efek yang ditimbulkan seperti haknya kompres air panas. Namun mandi air hangat akan membantu mengurangi kaku pada keseluruhan otot tubuh, bukan leher saja.

4. Latihan peregangan

Ajari anak untuk melakukan latihan peregangan. Caranya dengan menempelkan dagu ke bahu kanan dan kiri secara bergantian, masing-masing selama satu menit. Kemudian dilanjutkan dengan menempelkan telinga ke bahu kanan dan kiri secara bergantian, masing-masing selama satu menit. Terakhir gerakkan kepala memutar ke depan dan belakang secara bergantian selama satu menit.

5. Mengonsumsi Pereda nyeri
Bila leher anak terlalu sakit, untuk meredakannya ibu bisa  memberikan obat-obatan  pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen. Jangan lupa baca aturan minumnya, harus sesuai dosis yang disarankan.

Apabila semua sudah dilakukan dan dalam waktu beberapa hari belum ada perubahan, bisa jadi nyeri leher merupakan gejala penyakit yang lebih serius. Maka waktunya ibu membawa Ananda ke dokter untuk mendapatkan perawatan sesuai diagnosisnya.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!