Tips Menyusui Bayi Prematur

Banyak orangtua, terutama yang baru kali pertama memiliki anak, merasa khawatir ketika bayinya terlahir prematur. Namun janganlah kondisi tersebut menjadikan Ayah-Ibu berkecil hati. Bayi prematur bukan berarti ia sakit atau lemah. Meskipun membutuhkan perawatan ekstra, bayi prematur tetap dapat tumbuh dengan sehat kok. 

Kandungan nutrisi dalam air susu ibu (ASI) sangat lengkap sehingga penting dan dibutuhkan bayi prematur untuk lebih mengoptimalkan pertumbuhannya.  Dibandingkan susu formula, ASI juga lebih mudah dicerna oleh bayi prematur. Sehingga sebisa mungkin berikanlah ASI eksklusif daripada susu formula, kepada bayi anda. Bertambahnya berat badan, menjadi indikasi perkembangan bayi prematur yang disusui. 

Namun menyusui bayi prematur bisa menjadi tantangan tersendiri bagi ibu. Dibandingkan dengan bayi yang lahir cukup bulan, perkembangan dan fungsi beberapa organ tubuh bayi prematur pada umumnya belum sempurna. Bayi prematur yang terlahir pada usia-usia tertentu, belum memiliki kemampuan efektif untuk bisa langsung menyusu sehingga ini mungkin menyulitkan baik bagi ibu maupun si kecil. 

Berikut ada beberapa tips bisa ibu lakukan agar bisa menyusui bayi prematur:

  • Lakukan kontak kulit ke kulit. 

Kontak kulit ke kulit (skin to skin) antara bayi dengan ibu atau dikenal dengan perawatan kanguru (kangaroo care) dilakukan dengan meletakkan bayi pada posisi tegak di dada ibu, yakni di antara kedua payudara ibu. Bayi dalam kondisi telanjang hanya mengenakan popok, kaus kaki, dan topi, dengan kepala sedikit tengadah menghadap ke sisi kanan atau kiri. Cara ini dilakukan bertahap dan berkelanjutan. Metode ini membantu bayi menjaga suhu tubuh normal, membuatnya tetap tenang dan memberikan kesempatan pada bayi untuk mencoba menempel pada payudara. Ini juga membantu menjalin ikatan antara anda dan bayi anda. 

  • Perah ASI seawal dan sesering mungkin

Mulailah untuk memerah ASI tak terlalu lama setelah bayi lahir. Hal ini terutama bagi ibu yang baru kali pertama melahirkan. Selain mengkonsumsi makanan bergizi dan banyak mengandung zat besi, memerah ASI, baik dengan tangan maupun dengan menggunakan pompa ASI sesering mungkin, bisa meningkatkan produksi ASI. Lakukan setidaknya 8 kali dalam sehari atau setiap 2 hingga 3 jam sekali. Hal ini untuk memastikan stok ASI mencukupi.  Anda juga bisa melakukan pemijatan untuk memperlancar atau meningkatkan produksi ASI. Hindari stres dan kecemasan agar tidak mempengaruhi produksi ASI. Jika mengalami kesulitan terkait hasil ASI, ada baiknya berkonsultasi pada konsultan laktasi.

  • Gunakan alat bantu

Beberapa bayi prematur belum mampu menyusu langsung dari payudara ibu dengan baik. Di rumah sakit, bayi prematur biasanya dibantu dengan alat bantu berupa selang yang dipasangkan pada mulut atau hidungnya. Selang laktasi ini akan menyalurkan ASI langsung ke lambung si kecil. 

  • Menyusui dengan posisi duduk

Aturlah posisi menyusui dengan mendudukkan bayi pada pangkuan Anda. Topang dengan erat bagian kepala dan bahunya dengan salah satu tangan. Sementara tangan yang lain, bisa digunakan untuk menopang dagu atau pipi bayi Anda. Lakukan ini terutama jika bayi sering tertidur pada jam-jam menyusu. Jika dalam kondisi masih tertidur, Anda bisa memancing si kecil membuka mulutnya dengan mengoles-oleskan ujung puting payudara ke bibir bayi hingga dia bisa mulai mengisap dan menyusu. Hal ini untuk memastikan bayi prematur tetap mendapatkan asupan ASI yang cukup untuk kebutuhannya. 

  • Penggunaan pelindung putting

Bayi prematur yang belum mampu mengisap dengan baik tentunya akan lebih sedikit mendapatkan ASI saat menyusu. Ibu bisa menggunakan pelindung puting atau nipple shield yang akan membantunya menempel pada payudara dan dapat meningkatkan jumlah ASI yang didapat. 

  • Pemberian susu formula

Pemberian tambahan susu formula kepada bayi prematur biasanya memang menjadi alternatif ketika ASI tidak keluar atau ibu mengalami kesulitan memberikan ASI eksklusif. Namun perlu diingat, susu formula bisa meningkatkan risiko gangguan pencernaan yang berakibat kerusakan fatal pada usus bayi baru lahir atau disebut necrotizing enterocolitis (NEC), gangguan pernapasan yang memicu asma, alergi, kematian mendadak pada bayi (SIDS), hingga meningitis. Jika terpaksa memberikan susu formula, konsultasikan terlebih dulu dengan dokter.

  • Fortifikasi susu manusia 

Ketika ibu mengalami kesulitan menghasilkan ASI, Renee Kam, seorang konsultan laktasi internasional di Australia, memberikan tips menggunakan fortifikasi susu manusia (HMF) jika diperlukan. HMF merupakan fortifikasi multi-nutrien komersial berbahan dasar susu sapi sebagai suplemen untuk ASI dan sering diberikan kepada bayi prematur.

  • Mencari donor ASI

Donor ASI juga bisa menjadi pilihan ketika ibu belum atau tidak bisa memberikan ASI kepada bayinya. Hal ini bertujuan agar bayi prematur tetap bisa memperoleh nutrisi dari ASI yang dibutuhkannya. Namun sangat penting untuk memastikan keamanan ASI yang akan diberikan. Selain itu perlu diketahui secara pasti siapa donor ASI tersebut dengan berbagai pertimbangan. 

Suka artikel ini? Ayo bagikan!