Untuk Si Kecil, Pilih Obat Sirup, Tetes, atau Puyer?

Orangtua mana yang tak khawatir ketika buah hatinya sakit. Susah makan dan jadi lebih rewel biasanya dialami oleh anak-anak yang sedang terserang penyakit. Orangtua pun harus memikirkan cara untuk membuat nyaman si kecil, termasuk dalam hal minum obat. Untuk anak-anak, obat tetes, puyer atau sirup adalah jenis obat yang biasa diresepkan dokter. Untuk anak usia bawah lima tahun (Balita), mana yang lebih baik, obat sirup, tetes atau puyer? 

Tidak semua anak mau dengan sukarela minum obat, apalagi jika sebelumnya si kecil sudah punya pengalaman, misal minum obat yang dirasa pahit di mulut. Untuk diketahui, pada dasarnya memberikan obat untuk anak usia Balita tentu saja harus mempertimbangkan beberapa hal. Antara lain, kegunaan, dosis atau ukuran, juga bentuk obat disesuaikan dengan usia anak. Saat memeriksakan si kecil, dokter tentu sudah mempertimbangkan hal itu dan meresepkan obat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak. Namun orangtua juga tentu perlu paham soal efektivitas obat serta kondisi si kecil.

Obat tetes biasanya diresepkan untuk anak yang masih sangat kecil, di bawah 1 tahun. Pemberiannya bisa dilakukan dengan pipet. Orangtua perlu memastikan takaran obat tetes yang diberikan tiap kali minum. Pasalnya takaran yang tidak tepat mungkin memperlambat efektivitas kerja obat. 

Obat puyer, biasanya merupakan racikan beberapa macam obat yang dihaluskan dan dikemas dalam kemasan satu kali minum. Obat puyer perlu diencerkan dengan air sebelum diberikan pada anak. Obat jenis ini biasanya diberikan pada anak yang lebih tua, di atas 1 tahun, yang kemampuan menelannya sudah lebih baik. Jika memang rasanya pahit, orangtua perlu mengakalinya dengan memberikan anak jus buah yang terasa manis, sesaat setelah minum obat puyer, agar anak tidak melepeh obat.  

Jenis obat sirup, biasanya adalah obat yang memang bentuknya berupa cairan dengan sedikit perasa manis. Seperti halnya obat tetes, orangtua perlu memastikan saat meminumkan obat sirup pada si kecil takarannya tepat. Agar efek penyembuhan yang diharapkan bekerja dengan maksimal. Apapun jenis obat yang digunakan, idealnya memberikan obat pada anak adalah dengan dosis dan frekuensi yang minimal, tetapi dapat mencapai hasil yang maksimal.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!