Urusan Penting Ayah Saat Bayi Lahir

Saat si kecil lahir, Ibu masih tergolek lemah seusai melahirkan, seorang ayah mempunyai beberapa urusan penting. Urusan ini menjadi tanggungjawab ayah yang harus segera ditunaikan. Urusan ini tidak bisa didelegasikan begitu saja kepada orang lain, karena ayah memang satu-satunya orang yang paling tepat melakukannya. Apa saja urusan penting yang dimaksud? Simak penejelasannya berikut ini:

  • Mengurus plasenta atau ari-ari

Setelah bayi lahir, akan diikuti keluarnya ari-ari atau plasenta. Tanggungjawab ayah adalah mengurus ari-ari ini.  Bagi sebagian kelompok masyarakat, plasenta harus diurus sedemikian rupa dengan penuh rasa hormat karena telah menemani bayi selama sembilan bulan di perut ibu. Diskusikan dengan keluarga besar tentang urusan yang satu ini.

  • Mengurus dokumen anak

Setiap anak yang lahir hendaknya langsung dibuatkan dokumen penting yaitu akta kelahiran. Untuk mengurusnya, ayah  butuh surat keterangan lahir dari rumah sakit, beberapa saksi dan sejumlah dokumen lainnya. Sejumlah rumah sakit menerima jasa pengurusan akta. Tinggal siapkan saja dokumen yang dibutuhkan. Tapi tidak ada salahnya ayah mengurus sendiri ke Kantor Catatan Sipil kota setempat.

  • Mengurus ibu

Sehabis melahirkan, istri yang notabene ibu dari sang bayi akan sangat membutuhkan keberadaan ayah karena kondisinya masih lemah sehabis menguras tenaga untuk melahirkan. Bila melahirkan normal, di hari kedua biasanya ibu sudah bisa melakukan banyak aktivitas sendiri. Namun tidak demikian bila melahirkan dengan operasi caesar. Biasanya hari ketiga atau keempat baru mulai bisa beraktivitas. Itupun masih sangat terbatas. Jadi sebaiknya ayah memberikan perannya, termasuk dalam mengurus bayi yang baru dilahirkan.

  • Memberi nama bayi

Memberi nama  bayi adalah urusan yang menyenangkan. Dalam urusan ini sebaiknya libatkan ibu sang bayi atau kakak-kakak bayi bila sudah ada. Ayah sebagai kepala keluarga yang baik adalah yang mampu mengakomodasi setiap anggota keluarga.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!