Yang Perlu Anda Tahu Tentang Bayi Lahir Meninggal

Hamil dan melahirkan merupakan proses alami yang dialami oleh sebagian besar perempuan. Meski sifatnya alamiah, namun pengalaman hamil dan melahirkan tiap perempuan tentulah berbeda. Dalam perjalanannya, proses kehamilan dan melahirkan tidaklah mungkin sama, meskipun itu pada perempuan yang telah hamil dan melahirkan lebih dari sekali. Salah satu kejadian yang sangat tidak diinginkan oleh Bumil adalah bayi lahir dalam keadaan meninggal atau yang dalam dunia medis dikenal dengan istilah stillbirth.

Bayi lahir meninggal adalah bayi yang mati di usia kehamilan lebih dari 28 pekan. Stillbirth bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti kehamilan yang sulit, kondisi ibu, kondisi janin, juga faktor plasenta. Menurut para ahli kesehatan, dari 200 kehamilan, mungkin dijumpai satu kasus bayi lahir meninggal. Salah satu faktor penyebab stillbirth adalah cacat lahir dengan atau tanpa kelainan kromosom. Kelainan kromosom bertanggung jawab atas 15-20% dari kejadian bayi lahir mati. Meski demikian, ada kalanya bayi meninggal karena kelainan yang tidak disebabkan oleh kelainan kromosom, namun dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, dan penyebab yang tidak diketahui.

Kesehatan ibu juga menjadi faktor penyebab stillbirth. Contohnya bila ibu menderita tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan autoimun, obesitas dan gangguan pada pembekuan darah. Trauma atau kecelakaan yang dialami ibu juga berpotensi menyebabkan bayi lahir meninggal. Sebanyak 24% kasus bayi lahir meninggal disebabkan oleh masalah pada plasenta. Tali pusar tidak normal juga menjadi penyebab stillbirth. Contoh tali pusar yang tidak normal yaitu tali pusar yang melilit di leher bayi atau terpuntir, menyebabkan terpotongnya pasokan oksigen ke bayi. Infeksi juga menjadi faktor penyabab bayi lahir meninggal. Jenis infeksi yang paling sering menyebabkan janin meninggal dalam kandungan adalah infeksi bakteri. Infeksi bakteri yang terjadi antara 24 dan 27 pekan kehamilan dapat menyebabkan stillbirth.

Dengan penjelasan di atas, penting diketahui oleh pasangan yang mengharapkan keturunan, untuk merencanakan kehamilan sebaik mungkin untuk menghindari risiko bayi lahir meninggal. Penting bagi calon ayah dan calon ibu untuk menjaga kesehatan jauh sebelum konsepsi terjadi. Gaya hidup sehat dengan menjauhi alkohol, rokok dan obat terlarang harus dipatuhi. Berolahraga dan mengonsumsi makan dengan gizi berimbang sangat disarankan. Dan yang pasti, lakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan agar kondisi janin selalu terpantau.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!