Yang Perlu Anda Tahu Tentang Bayi Lahir Meninggal
Maret 23, 2019 in Bayi
Hamil dan melahirkan merupakan proses alami yang dialami oleh sebagian besar perempuan. Meski sifatnya alamiah, namun pengalaman hamil dan melahirkan tiap perempuan tentulah berbeda. Dalam perjalanannya, proses kehamilan dan melahirkan tidaklah mungkin sama, meskipun itu pada perempuan yang telah hamil dan melahirkan lebih dari sekali. Salah satu kejadian yang sangat tidak diinginkan oleh Bumil adalah bayi lahir dalam keadaan meninggal atau yang dalam dunia medis dikenal dengan istilah stillbirth.
Bayi lahir meninggal adalah bayi yang mati di usia kehamilan lebih dari 28 pekan. Stillbirth bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti kehamilan yang sulit, kondisi ibu, kondisi janin, juga faktor plasenta. Menurut para ahli kesehatan, dari 200 kehamilan, mungkin dijumpai satu kasus bayi lahir meninggal. Salah satu faktor penyebab stillbirth adalah cacat lahir dengan atau tanpa kelainan kromosom. Kelainan kromosom bertanggung jawab atas 15-20% dari kejadian bayi lahir mati. Meski demikian, ada kalanya bayi meninggal karena kelainan yang tidak disebabkan oleh kelainan kromosom, namun dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, dan penyebab yang tidak diketahui.
Kesehatan ibu juga menjadi faktor penyebab stillbirth. Contohnya bila ibu menderita tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan autoimun, obesitas dan gangguan pada pembekuan darah. Trauma atau kecelakaan yang dialami ibu juga berpotensi menyebabkan bayi lahir meninggal. Sebanyak 24% kasus bayi lahir meninggal disebabkan oleh masalah pada plasenta. Tali pusar tidak normal juga menjadi penyebab stillbirth. Contoh tali pusar yang tidak normal yaitu tali pusar yang melilit di leher bayi atau terpuntir, menyebabkan terpotongnya pasokan oksigen ke bayi. Infeksi juga menjadi faktor penyabab bayi lahir meninggal. Jenis infeksi yang paling sering menyebabkan janin meninggal dalam kandungan adalah infeksi bakteri. Infeksi bakteri yang terjadi antara 24 dan 27 pekan kehamilan dapat menyebabkan stillbirth.
Dengan penjelasan di atas, penting diketahui oleh pasangan yang mengharapkan keturunan, untuk merencanakan kehamilan sebaik mungkin untuk menghindari risiko bayi lahir meninggal. Penting bagi calon ayah dan calon ibu untuk menjaga kesehatan jauh sebelum konsepsi terjadi. Gaya hidup sehat dengan menjauhi alkohol, rokok dan obat terlarang harus dipatuhi. Berolahraga dan mengonsumsi makan dengan gizi berimbang sangat disarankan. Dan yang pasti, lakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan agar kondisi janin selalu terpantau.
Kamu mungkin tertarik dengan
Popok Bayi Baru Lahir yang Recommended
oleh janethes / Maret 23, 2019
Popok Bayi Baru Lahir yang Recommended
Popok yang baik, apalagi untuk bayi baru lahir adalah yang ...oleh janethes / Maret 23, 2019
Syarat Bayi Boleh Rawat Gabung dengan Ibu Pascapersalinan
oleh janethes / Maret 23, 2019
Syarat Bayi Boleh Rawat Gabung dengan Ibu Pascapersalinan
Rawat gabung atau yang dalam istilah medis dikenal dengan istilah ...oleh janethes / Maret 23, 2019
Panduan Memilih Popok Sekali Pakai bagi Bayi Baru Lahir
oleh janethes / Maret 23, 2019
Panduan Memilih Popok Sekali Pakai bagi Bayi Baru Lahir
Kulit bayi yang baru lahir begitu lembut dan masih sangat ...oleh janethes / Maret 23, 2019
Yang Perlu Anda Tahu Tentang Bayi Lahir Meninggal
oleh janethes / Maret 23, 2019
Yang Perlu Anda Tahu Tentang Bayi Lahir Meninggal
Hamil dan melahirkan merupakan proses alami yang dialami oleh sebagian ...oleh janethes / Maret 23, 2019
Ini Lho, Kriteria Perlengkapan Mandi yang Baik Buat Bayi
oleh janethes / Maret 23, 2019
Ini Lho, Kriteria Perlengkapan Mandi yang Baik Buat Bayi
Dapat memberikan yang terbaik untuk si buah hati, tentu menjadi ...oleh janethes / Maret 23, 2019
Begini Lho, Tips Memillih Popok yang Baik Buat Bayi
oleh janethes / Maret 23, 2019
Begini Lho, Tips Memillih Popok yang Baik Buat Bayi
Melahirkan dan merawat bayi merupakan pengalaman yang menantang bagi sebagian ...oleh janethes / Maret 23, 2019