Agar Ibu Hamil Terhindar dari Hipertensi, Ini Caranya

Hipertensi bila dialami oleh ibu hamil cukup berbahaya. Tak hanya berbahaya bagi ibu hamil sendiri, hipertensi juga bisa membahayakan janin yang ada di kandungannya. Selengkapnya, risiko yang bisa ditimbulkan dari ibu hamil yang mengalami hipertensi antara lain persalinan harus dilakukan dengan prosedur Caesar. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi risiko, karena persalinan dengan prosedur normal akan memperparah hipertensi ibu, sehingga bisa berakibat fatal.

Ibu hamil dengan hipertensi berisiko mengalami preeklampsia hingga dampak terburuk dengan gejala khas kejang-kejang diikuti rusaknya organ-organ tubuh ibu. Hipertensi saat hamil juga berdampak pada pertumbuhan janin di dalam kandungan. Ini disebabkan tekanan darah tinggi akan menghambat pasokan makanan dan oksigen untuk janin.

Sayangnya sejumlah perempuan memiliki sejumlah pencetus yang mempertinggi kemungkinan mengalami hipertensi. Pencetus yang dimaksud adalah ketika kehamilan berlangsung di usia di atas 35 tahun, adanya riwayat hipertensi dalam keluarga, obesitas dan gaya hidup yang tak sehat seperti merokok dan jarang olahraga.

Namun semua ibu hamil sebaiknya berusaha untuk terhindar dari hipertensi. Caranya adalah seperti berikut ini:

1. Periksa rutin
Semua ibu hamil, apalagi yang memang sudah mempunyai bawaan mengalami hipertensi dengan adanya pencetus-pencetus yang sudah diketahui saat sebelum atau di awal hamil, harus rutin memeriksakan dirinya berikut kehamilannya ke dokter. Di mana prosedur pemeriksaan kehamilan salah satunya adalah pemeriksaan tekanan darah ibu hamil.

2. Olahraga rutin

Olahraga rutin mesti dilakukan oleh siapapun, termasuk ibu hamil. Lebih baik lagi olahraga rutin dijadikan kebiasaan oleh semua perempuan yang merencanakan kehamilan. Jalan kaki di pagi hari selama satu jam sebenarnya cukup asalkan rutin dilakukan.

3. Pola hidup sehat

Sejak merencanakan kehamilan, lakukan pola hidup sehat. Selain olahraga juga istirahat yang cukup dan makan makanan bergizi. Usahakan makan makanan yang masih segar dan bukan makanan olahan. Banyak sayur, buah dan air putih. Pola hidup sehat mesti dilakukan dengan kesadaran untuk diri sendiri dan buah hati.

4. Minum obat

Bila sudah terlanjur memiliki masalah dengan tekanan darah yang tak stabil, minum obat sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh dokter. Bila memang obat harus dikonsumsi tiap hari, laksanakan dengan baik tanpa mengeluh.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!