Bagaimana Jika Hamil di Tengah Pandemi Covid-19?

Anak adalah karunia yang banyak dinanti oleh pasangan suami istri. Apalagi pasangan suami isteri (Pasutri) yang baru menikah dan tidak bermaksud menunda hadirnya sang buah hati. Status positif pada alat tes kehamilan tentu menjadi hal yang membahagiakan. Namun, jika kebahagiaan itu hadir di tengah musim pandemic Covid-19 ini, bagaimana ya?

Berbadan dua di tengah kondisi yang tidak menentu ini tentu saja membawa kekhawatiran tersendiri. Hal utama yang harus dilakukan adalah, tetap tenang, jangan panik. Ini berlaku untuk kedua pasangan, baik suami terutama si calon ibu.  Hamil di masa pandemic tentu memerlukan perlakuan yang ekstra, terutama soal kesehatan psikis dan kebersihan diri dan lingkungan. Khawatir berlebih justru dapat berakibat buruk bagi ibu dan janin dalam kandungan.

Kesehatan harus dijaga dan kehamilan harus selalu dipantau untuk menciptakan kondisi badan optimal. Kurangi hal-hal yang mengganggu hormon dan kondisi-kondisi yang mungkin mengganggu kesehatan, seperti kafein, terlalu banyak makanan manis dan sebagainya. Pantangan selanjutnya ialah makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, contohnya gorengan, juga santan, serta makanan dengan karbohidrat tinggi.

Untuk mengoptimalkan asupan gizi , perlu ditambahkan porsi makanan yang mengandung protein nabati atau hewani, serta kaya akan vitamin dan serat demi memenuhi gizi seimbang yang dibutuhkan tubuh. Buah dan sayuran hijau perlu dikonsumi teratur agar Bumil tidak mengalami anemia.

Seperti dikutip dari Boldsky, ibu yang tengah hamil di masa pandemic Covid-19 tidak perlu cemas berlebih, asalkan disiplin tetap berada di rumah, dan selalu melakukan protokol kebersihan diri dan lingkungan.  Menurut para ahli, meski data yang tersedia fleksibel, tidak seperti dengan flu, Bumil kemungkinan tidak memiliki risiko lebih besar terkena gejala parah dari Covid-19 dibandingkan populasi umum.

Hingga saat ini, belum  ada bukti yang menunjukkan bahwa jika Covid-19 akan menyebabkan masalah selama kehamilan atau mempengaruhi kesehatan bayi setelah lahir.  Para ahli kesehatan menduga, sebagian besar Bumil hanya akan mengalami gejala pilek atau flu ringan hingga sedang, jika sampai terinveksi virus corona. Gejala parah seperti pneumonia dilaporkan pada orang tua, mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau kondisi peemberat (komorbid).

Suka artikel ini? Ayo bagikan!