Bumil Hendak Berpuasa? Persiapkan Dulu Ini…

Puasa Ramadan yang merupakan puasa wajib bagi kaum Muslim memang boleh tidak dilakukan oleh sebagian kalangan. Misalnya karena uzur seperti memiliki penyakit tertentu, usia tua, atau juga perempuan yang sedang hamil. Meski demikian, Bumil dengan usia kandungan trimester kedua masih boleh menjalankan Ibadah puasa, karena kondisinya dipandang lebih baik ketimbang Bumil yang ada pada usia kehamilan trimester pertama dan terakhir. Namun, tetap saja, ada persiapan khusus jika Bumil berniat menjalani puasa Ramadan.

Cek kondisi kesehatan dan kehamilan pada dokter sangat diperlukan. Pemeriksaan oleh dokter kandungan akan mengetahui bagaimana kondisi ibu, bagaimana kondisi dan perkembangan bayi. Apakah perkembangan bayi sesuai dengan usia kehamilan atau tidak. Konsultasikan kepada dokter, apakah kondisi Bumil dan janin tidak akan terganggu dengan rutinitas puasa.

Memastikan Bumil tidak memiliki komplikasi kehamilan seperti anemia atau juga diabetes gestasional. Kedua gangguan kesehatan tersebut mungkin bertambah buruk dengan rutinitas berpuasa. Bagi Bumil yang memiliki komplikasi kehamilan, konsultasikan terlebih dahulu rencana Anda untuk berpuasa dengan bidan atau dokter. Minta saran hal-hal apa saja yang perlu dilakukan jika Bumil ingin tetap menjalankan puasa Ramadan.

Mulailah mengubah pola konsumsi makanan dan minum secara perlahan.  Awam diketahui, selera makan Bumil kadang sangat di luar kebiasaan. Tidak doyan minum air putih, maunya hanya minum teh atau kopi manis, mencandu gorengan, dll. Jika Bumil memutuskan hendak berpuasa, maka jauh-jauh hari cobalah untuk mengurangi asupan makanan atau minuman yang sifatnya seperti candu buat Bumil. Ini dapat mencegah Anda dari sakit kepala yang diakibatkan karena “sakau” tidak mengonsumsi makanan atau minuman kesukaan Anda.

Buatlah perencanaan menu sahur dan berbuka. Perempuan yang sedang hamil membutuhkan tambahan kalori dari kebutuhan harian, untuk mendukung pertumbuhan janin dalam kandungan. Perubahan pola makan saat berpuasa perlu didukung dengan perencanaan menu yang baik. Bukan rahasia, kadang orang yang berpuasa dietnya menjadi tidak karuan, karena kalap ingin memakan apa saja, terutama saat berbuka puasa. Bumil perlu membuat perencanaan menu sahur dan berbuka puasa, untuk memastikan asupan gizi ibu dan janin tercukupi, termasuk asupan vitamin dan cairan.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!