Faktor-faktor yang Membuat Wanita Hamil Bayi Kembar

Menurut para ahli, faktor genetika atau keturunan berperan besar dalam terjadinya kehamilan bayi kembar. Karena itu, tak jarang dijumpai pada keluarga yang mendapatkan bayi kembar, jika dirunut ke atas atau keluarga besar, pasti memiliki sejarah bayi kembar. Namun ada juga kejadian kehamilan kembar yang tidak dipengarui oleh faktor keturunan. Setidaknya ada empat faktor yang mempengaruhi kejadian kehamilan kembar di luar faktor keturunan.

  • Usia ibu hamil

Faktor pertama adalah usia ibu saat hamil. Peluang terbesar untuk mendapatkan kehamilan kembar terjadi pada usia 35 dan usia 39 tahun. Ini dikarenakan perempuan di atas 35 tahun menghasilkan follicle stimulating hormone (FSH) yang lebih banyak dibandingkan perempuan di usia lebih muda. Perempuan dengan FSH tinggi bisa melepaskan lebih dari satu sel telur dalam satu siklus. Meski demikian, perlu diperhatikan, bahwa kehamilan di usia ini juga lebih berisiko. Risiko preeklamsia, komplikasi kehamilan menjadi lebih besar, apalagi jika kehamilan tersebut merupakan kehamilan pertama.

  • Ras

Ras juga berpengaruh pada kejadian kehamilan kembar. Kehamilan kembar lebih sering dijumpai pada mereka yang berasal dari ras Afrika Amerika dan lebih sedikit terjadi pada ras Asia dan Hispanik (Latin).

  • Ukuran tubuh

Ukuran tubuh juga menjadi faktor pengaruh. Perempuan yang memiliki tubuh tinggi dan agak gemuk memiliki potensi lebih besar mengalami kehamilan kembar. Hal ini kemungkinan karena ukuran tubuh si perempuan memadai untuk pertumbuhan lebih dari satu janin.

  • Sejarah kehamilan

Perempuan yang pernah hamil sebelumnya, cenderung lebih mudah untuk memiliki anak kembar dibandingkan perempuan yang baru kali pertama hamil. Hal ini dimungkinan karena rahim sudah merenggang dan sementara tubuh si perempuan telah menyesuaikan dengan kebutuhan adanya kehamilan kembar. Meski demikian, dengan faktor-faktor tersebut, peluangnya masih jauh lebih kecil ketimbang adanya faktor keturunan.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!