Hamil tetap Puasa, Mengapa Tidak?

Ibu hamil tak selalu harus absen menjalankan ibadah puasa Ramadan. Kendati ajaran agama memperbolehkan ibu hamil tidak berpuasa, namun berpuasa tetap lebih baik. Jika Ibu merasa cukup kuat dan merasa sehat untuk berpuasa, boleh kok berpuasa. Tetapi ada beberapa hal yang harus dipersiapkan jika Ibu hamil ingin berpuasa:

  • Berkonsultasi dulu dengan dokter atau bidan. Periksakan apakah terdapat komplikasi kehamilan yang dapat bertambah parah jika Ibu berpuasa. Bila tubuh Ibu kuat dan kehamilan tak terdapat komplikasi, biasanya dokter atau bidan akan menyetujui Ibu berpuasa. Jadi rencana menjalankan ibadah puasa sebaiknya atas persetujuan dokter atau bidan.
  • Pastikan asupan gizi untuk ibu dan bayi di dalam kandungan tetap terjaga setiap hari. Perbanyak makan dan minum yang bergizi sehabis Magrib hingga Subuh. Jadi hanya mengganti pola makan saja. Dari yang semula siang hari menjadi malam hari. Sedangkan nutrisi tetap terpenuhi.
  • Perbanyak istirahat. Jangan lakukan aktivitas yang terlalu menguras tenaga. Ingat, ada bayi di dalam perut Ibu. Apabila di kantor banyak rekan kerja, berkoordinasilah dengan mereka agar pekerjaan menjadi lebih ringan.
  • Jangan lupa mengonsumsi vitamin yang diresepkan dokter. Vitamin akan membuat tubuh Ibu tetap fit selama berpuasa, di samping memberikan tambahan asupan gizi yang dibutuhkan bayi di dalam kandungan.
  • Hentikan puasa bila Ibu merasa tidak baik-baik saja. Misal tiba-tiba merasa sangat Lelah, lemas, sakit kepala. Atau ketika urine sangat sedikit, pekat dan berbau tak sedap. Itu tanda-tanda Ibu dehidrasi serta kondisi yang rawan terkena infeksi kandung kemih. Apalagi bila Ibu merasakan adanya perbedaan pada gerakan bayi seperti misalnya bayi tidak bergerak seaktif biasanya.
Suka artikel ini? Ayo bagikan!