Haruskah Ibu Hamil Mengonsumsi Susu Hamil?

Beragam produk susu yang diperuntukkan khusus bagi ibu hamil banyak ditawarkan di pasaran. Produsen susu hamil mengklaimproduknya mengandung aneka zat yang dibutuhkan baik oleh ibu hamil terutama kalsium. Selain itu susu hamil diklaim penting untuk mendukung tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Ada juga produk susu hamil yang bisa mengurangi mual selama kehamilan. Pertanyaannya, haruskah ibu hamil mengonsumsi susu hamil?

Sebelum membahas tentang susu hamil, penelitian mengungkap bahwa konsumsi susu selama kehamilan ternyata memang membawa manfaat saat bayi sudah lahir dan tumbuh besar. Penelitian yang dimuat di European Journal of Clinical Nutrition tersebut dilakukan terhadap 809 ibu hamil. Hasilnya, anak-anak dari ibu yang mengonsumsi susu lebih dari 150 ml/hari lebih tinggi dan memiliki kadar insulin dalam darah yang lebih banyak daripada anak-anak dari ibu yang mengonsumsi susu kurang dari 150 ml/hari.

Jadi, haruskah ibu mengonsumsi susu hamil selama kehamilan? Jawabannya adalah tergantung apakah merasa perlu atau tidak untuk mendukung kehamilannya. Ibu hamil tidak perlu lagi minum susu hamil apabila asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari sudah memenuhi kebutuhannya dan bayinya. Namun jika merasa belum cukup terutama kebutuhan kalsium, tidak ada salahnya ibu mengonsumsi susu hamil.

Pastikan susu tersebut mengandung zat yang memang Ibu butuhkan. Untuk mengetahui zat yang dibutuhkan ibu, konsultasilah kepada dokter atau ahli gizi. Bila ibu kekurangan kalsium, bisa pilih susu hamil tinggi kalsium. Bila ibu merasa mual berkepanjangan saat hamil, bisa memilih susu yang mengandung zat antimual.

Yang pasti, setiap ibu hamil memang baik jika minum susu setiap hari. Namun demikian bukan sembarang susu lho. Karena ibu hamil harus menjaga kesehatan diri dan bayinya. Pastikan susu yang Ibu minum bukan jenis susu mentah (raw milk). Susu jenis ini masih mengandung bakteri. Minimal sebaiknya ibu mengonsumsi susu yang sudah dipasteurisasi agar aman bagi ibu dan juga bayi di dalam kandungan.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!