Info Seputar Air Ketuban yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Salah satu yang tidak akan dilewatkan dokter kandungan atau bidan saat memeriksa ibu hamil adalah mengecek kondisi air ketuban. Selama kehamilan, harus dipastikan volume atau kadar air ketuban berada dalam batas normal. Ya, air ketuban memang memiliki peran vital untuk kehamilan dan hal ini perlu ibu ketahui. Cairan berwarna jernih kekuningan ini banyak fungsinya, terutama sebagai pelindung janin di dalam rahim ibu. 

  • Menjaga janin
    Kantung ketuban dengan cairan di dalamnya menjaga janin dan rahim dari risiko saat terjadi benturan, serta mencegah kemungkinan infeksi yang bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau patogen lainnya karena cairan ini mengandung antibodi. Meski berada di dalam sebuah selaput, janin tetap dapat bergerak leluasa dengan adanya cairan tersebut. Gerakan aktif janin di dalam rahim pada umumnya menunjukkan air ketuban dalam kondisi cukup baik.
  • Pemasok makanan
    Air ketuban juga menjaga suhu di dalam rahim tetap stabil dan hangat agar janin dapat berkembang dengan baik. Dengan kandungan nutrisi dan hormon di dalamnya, cairan ini bermanfaat sebagai pemasok makanan sementara bagi calon bayi ibu, yang akan mendukung perkembangannya, membantu sistem pencernaan, sistem pernafasan, hingga sistem otot dan tulang rangkanya, serta menjadi cadangan cairan.
  • Memperlancar asupan oksigen
    Janin mendapatkan asupan oksigen yang disalurkan darah ibu melalui tali pusat. Cairan ketuban membantu agar tali pusat tidak mengering dan mengerut yang dapat mengakibatkan penyaluran oksigen untuk janin terhambat. Gangguan kehamilan bisa muncul karena ada masalah pada air ketuban, di antaranya volume air ketuban yang terlalu sedikit (oligohidramnion) atau terlalu banyak (polihidramnion). Batas normal volume air ketuban berada pada kisaran 60 mililiter (ml) untuk usia kehamilan 12 minggu, 175 ml untuk usia 16 minggu, dan 400 hingga 1200 ml untuk usia 34-38 minggu.
  • Bisa pecah dini

Ketuban bisa mengalami pecah dini. Kondisi ini sering tidak disadari oleh ibu karena kadang tidak menimbulkan rasa sakit. Selain itu, warna air ketuban yang tidak normal atau air ketuban yang berbau, juga bisa menjadi indikasi ada masalah dalam kehamilan ibu.  Itulah pentingnya pemeriksaan kandungan pada ibu hamil dilakukan secara rutin, setidaknya sebulan sekali. Jika ibu mendapati atau mencurigai ada rembesan air ketuban, sebaiknya segera periksakan kondisi ibu tersebut ke dokter. 

Suka artikel ini? Ayo bagikan!