Ini Faktor Risiko Kehamilan Ektopik

Semua perempuan  tentu ingin kehamilannya baik-baik saja. Namun karena sesuatu hal, kadang terjadi masalah dalam kehamilan. Salah satu di antaranya kehamilan ektopik. Bila Ibu mengalami nyeri yang hebat di bawah panggul atau perut bagian bawah, tidak menstruasi namun ada bercak-bercak darah di vagina, bisa jadi Ibu mengalami kehamilan ektopik. 

Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang terjadi dan berkembang di luar kandungan. Berkembangnya biasanya di dalam tuba falopi, dekat dengan rahim. Ini bisa terjadi ketika telur yang telah dibuahi tersangkut di tuba falopi. Biasanya disebabkan tuba falopi telah rusak atau terdistorsi. Pada kehamilan normal, setelah menetap tiga hari di tuba falopi, sel telur yang telah dibuahi akan dilepaskan ke rahim. Kerusakan tuba falopi sendiri bisa disebabkan karena factor genetik, bawaan sejak lahir, ketidakseimbangan hormon, peradangan akibat infeksi dan juga perkembangan organ reproduksi yang tidak normal.

Adapun faktor-faktor risiko seorang perempuan bisa mengalami kehamilan ektopik adalah sebagai berikut:

  • Berusia di atas 35 tahun saat hamil memiliki risiko lebih tinggi. Kendati demikian kehamilan ektopik bisa saja terjadi pada perempuan di segala usia.
  • Perempuan yang terinfeksi virus ataupun bakteri di daerah panggul. Virus atau bakteri merusak lapisan dalam tuba falopi sehingga jalannya sel telur yang telah dibuahi menuju Rahim menjadi terhambat. Sebagai contoh adalah infeksi virus ataupun bakteri yang ditularkan melalui hubungan seksual. Sehingga penderita gonore ataupun klamidia lebih berisiko daripada yang tidak.
  • Pernah menjalani operasi pada area panggul dan perut. Sehingga mempengaruhi tuba falopi
  • Pernah menjalani pengobatan terkait masalah kesuburan.
  • Pernah mengalami kehamilan ektopik saat hamil sebelumnya.

Bila Ibu mengalami sakit perut hebat disertai perdarahan yang lebih gelap dibanding darah menstruasi, kadang disertai diare, kepala pusing dan tubuh lemas, segeralah ke dokter untuk mengonfirmasi kemungkinan mengalami kehamilan ektopik. Bila memang terjadi, masalah ini harus segera ditangani.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!