Ini Lho… Pentingnya Menjaga Jarak Kehamilan

Ketika Anda dan suami/istri sedang merencanakan kehamilan, ada baiknya jika Anda berdua juga merencanakan atau mengatur jarak kehamilan tersebut dengan kehamilan berikutnya. Jangan terburu-buru untuk segera menambah anak setelah melahirkan Menjaga jarak. kehamilan agar tidak terlalu dekat sangat penting dan bermanfaat, baik .untuk ibu maupun bayi. Terutama untuk kesehatan fisik dan psikis keduanya. 

Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahkan merekomendasikan jarak kehamilan ideal adalah minimal 33-36 bulan atau 2 tahun 9 bulan hingga 3 tahun. Simak yuk uraian tentang seputar pentingnya menjaga jarak kehamilan berikut ini!

  • Pemulihan fisik ibu
    Menjaga jarak kehamilan memberi kesempatan kepada ibu untuk memulihkan kondisi fisiknya pascamelahirkan. Apalagi jika proses melahirkan ibu termasuk sulit atau bahkan harus dengan jalan operasi. Mungkin juga karena kondisi tertentu, ada ibu yang butuh mempersiapkan kembali mentalnya untuk hamil lagi.
  • Risiko kesehatan
    Jarak kehamilan terlalu dekat, misalnya di bawah 12 bulan, berisiko terhadap kesehatan ibu, khususnya yang berusia di atas 35 tahun. Gangguan kesehatan pada ibu hamil tersebut juga berisiko mempengaruhi perkembangan janin, misalnya tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi, hingga kelahiran prematur.

  • Fokus
    Merawat bayi membutuhkan konsentrasi penuh terutama dari orang tuanya. Si kecil punya hak untuk terpenuhi kebutuhannya akan nutrisi untuk tumbuh kembangnya, kasih sayang, dan perhatian, sebelum saatnya nanti ia harus berbagi hal-hal tersebut dengan adiknya. Ketika jarak kehamilan terlalu dekat atau rapat, maka fokus akan terbagi dan akan banyak dampak yang bisa mempengaruhi perkembangan anak-anak, baik fisik maupun mentalnya.
  • Mengatur keuangan
    Dengan mengatur jarak kehamilan, akan lebih mudah dan lebih baik dalam mengatur atau mengelola keuangan terutama untuk memenuhi segala kebutuhan, termasuk menabung untuk persiapan masa depan anak-anak.
Suka artikel ini? Ayo bagikan!