Ini Lho yang Diperiksa Saat Periksa Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan sebaiknya dilakukan oleh setiap ibu hamil. Selama kehamilan, pemeriksaan bisa dilakukan oleh bidan ataupun dokter spesialis kandungan sekurang-kurangnya empat kali. Sekali pada trimester satu, sekali pada trimester dua dan dua kali pada trimester tiga. Namun idealnya pemeriksaan dilakukan tiap bulan hingga usia kehamilan 6 bulan. Kemudian dua pekan sekali saat kehamilan memasuki usia 7 bulan hingga 8 bulan. Setelah itu sekali seminggu hingga bayi lahir.

Pemeriksaan kehamilan sangat penting untuk memantau kondisi ibu hamil, bayi di dalam kandungan dan menyiapkan proses persalinan disesuaikan dengan kondisi tersebut. Nah, berikut ini hal-hal yang diperiksa saat pemeriksaan kehamilan:

  • Berat badan ibu

Berat badan ibu perlu dipantau setiap bulannya untuk memastikan apakah terjadi penambahan berat badan secara normal.

  • Tinggi badan ibu

Tinggi badan ibu disertai ukuran panggul akan menjadi acuan bagi dokter untuk memperkirakan kemungkinan ibu aman melahirkan normal atau dengan sebaiknya dengan prosedur Caesar.

  • Detak jantung ibu

Detak jantung ibu harus dipantau untuk memastikan kondisi jantung ibu baik-baik saja sehingga aman melahirkan dengan prosedur normal.

  • Detak jantung janin

Detak jantung janin juga harus dipantau apakah sehat-sehat saja di dalam kandungan.

  • Kondisi janin

Pemeriksaan yang lebih teliti menggunakan USG, dapat melihat apakah organ tubuh bayi lengkap atau ada kelainan. Bisa juga memperkirakan berat badan janin saat dilakukan pemeriksaan. Bila masih di bawah ukuran yang seharusnya, ibu bisa diberikan tambahan vitamin, selain jadi salah satu acuan apakah ibu aman melahirkan normal atau tidak.

  • Posisi janin

Pemeriksaan juga untuk melihat apakah posisi bayi normal atau tidak sehingga bisa menjadi acuan apakah ibu bisa melahirkan dengan prosedur normal atau sebaiknya dengan prosedur operasi Caesar.

  • Air Ketuban

Pemeriksaan juga untuk melihat apakah jumlah air ketuban dan kondisi air ketuban dalam kondisi baik.

  • Tekanan darah ibu

Tekanan darah ibu hamil harus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pre-eklampsia (kejang) yang bisa membahayakan ibu dan juga janin di dalam kandungan.

Mengingat pentingnya pemeriksaan kehamilan, sebaiknya para ibu hamil rutin memeriksakan diri ke bidan ataupun ke dokter kandungan. Demi kesehatan ibu dan juga janin di dalam kandungan.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!