Jangan Khawatir Saat Buah Hati Tak Kunjung Hadir

Satu tahun berlalu sejak akad nikah dilangsungkan. Hubungan Pasutri masih mesra-mesranya. Namun, yang ditunggu-tunggu belum juga tiba. Bagi pasangan yang tidak berniat menunda memiliki momongan, satu tahun berlalu tanpa tanda-tanda kehamilan isteri tentu menjadi tanda tanya. Apalagi jika keduanya rutin melakukan hubungan suami isteri dan tidak memakai alat kontrasepsi.

Infertilitas merupakan kondisi terganggunya sistem reproduksi yang menyebabkan kegagalan untuk mencapai kehamilan setelah melakukan hubungan intim tanpa alat kontrasepsi selama 12 bulan berturut-turut. Kesulitan memiliki anak bagi pasangan yang belum punya anak sama sekali disebut infertilitas primer. Gangguan itu bisa terjadi pada pihak isteri, ataupun suami.

Jika hal itu sedang Anda dan pasangan alami saat ini, tetaplah tenang. Anda dan pasangan hanya perlu menyusun rencana untuk melakukan konsultasi, pemeriksaan, dilanjutkan dengan rencana program hamil. Perlu diketahui, infertilitas bisa dialami oleh siapa saja, bukan hanya perempuan, namun juga laki-laki. Karena itu, ketika kehamilan yang diharapkan tidak juga terjadi, penting untuk tidak buru-buru menyalahkan pihak perempuan sebagai biang keladi kemandulan.

Pasutri perlu menjadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Anda dan pasangan perlu memaparkan semua hal terkait kondisi kesehatan reproduksi suami maupun isteri, berikut kendala-kendala yang dialami (jika ada) selama mengupayakan terjadinya konsepsi. Dari sana, dokter akan melakukan evaluasi dan analisis untuk kemudian menentukan penanganan yang diperlukan.

Perlu diketahui, dokter bisa menyarankan berbagai rangkaian pemeriksaan dan treatment yang diperlukan, disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien (pihak laki-laki atau permepuan). Mulai dari pemeriksaan USG, pemeriksaan kesehatan darah, pemeriksaan kualitas sperma, pemeriksaan hormon, laparoskopi dan pemeriksaan lain-lain yang diperlukan di mana memungkinkan mengganggu kesuburan suami dan isteri.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menentukan program kehamilan macam apa yang dapat diupayakan oleh Pasutri. Bisa jadi hanya dengan mengkonsumsi obat, vitamin, diet bagi yang kegemukan, pembedahan atau bahkan hingga rekayasa reproduksi seperti inseminasi buatan atau bayi tabung. Yang jelas, butuh kerja sama solid antara Pasutri agar kehamilan yang diidamkan dapat segera terwujud.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!