Janethes
Janethes

Sosial Media kami:

Jarak Antar-Kehamilan Terlalu Dekat, Berisiko bagi Ibu dan Bayi

“Biarlah jarak kehamilan dekat, biar sekalian ngurusnya.” Anda pernah mendengar kalimat ini dari teman atau kerabat? Atau mungkin malah Anda sendiri penganut prinsip “It’s okay hamil dengan jarak tak terlalu jauh, biar repotnya (ngurus bocah) sekalian saja”. Eits, nanti dulu. Memiliki bayi dengan rentang jarak usia tak terpaut jauh mungkin memang dipandang “praktis” dari segi perawatan. Kondisi fisik dan psikis si anak tak terlalu berbeda, membuat orangtua pun bisa lebih konsen merawat dan membesarkan anak. Namun dari segi medis tidak demikian adanya. Jarak kehamilan terlalu dekat ternyata berisiko untuk ibu dan bayi.

Para pakar kebidanan sepakat jarak kehamilan dari satu kehamilan ke kehamilan berikutnya yang ideal adalah tak kurang dari 24 bulan. Badan kesehatan dunia, WHO bahkan menyatakan, jarak aman antar-kehamilan sebaiknya antara 2 hingga 3 tahun. Jarak antar-kehamilan kurang dari 2 tahun akan membawa dampak buruk bagi kesehatan ibu juga si jabang bayi.

Perlu diketahui, jarak antar-kehamilan yang terlalu dekat dapat menimbulkan komplikasi serius pada kehamilan maupun proses kelahiran. Penelitian menunjukkan, jarak antar-kehamilan yang kurang dari 12 bulan, dapat meningkatkan risiko kematian pada sang ibu, akibat perdarahan pascapersalinan. Pendarahan ini mungkin terjadi akibat rahim yang belum pulih benar dan belum siap untuk menjadi tempat tumbuh kembang janin yang baru. Pendarahan pascapersalinan rentan terjadi pada kehamilan dengan jarak kurang dari 1 tahun.

Jarak antar-kehamilan yang dekat diketahui tidak memberikan ibu cukup waktu untuk pulih dari stress fisik maupun psikis yang terjadi akibat kehamilan sebelumnya. Kehamilan membuat tubuh ibu kehilangan zat besi dan asam folat dalam jumlah besar. Belum lagi jika ibu memberikan ASI eksklusif. Karena itu, jarak kehamilan dekat tidak saja merugikan bayi yang lahir lebih dulu (ASI tidak maksimal), kesehatan Bumil dan janin pun terganggu karena kebutuhan nutrisi masing-masing tidak terpenuhi. Sementara kurang gizi pada janin dapat menyebabkan kelahiran prematur, berat bayi lahir rendah hingga kecacatan. Oleh sebab itu, seperti telah disebut di atas, waktu yang paling ideal untuk jarak kehamilan yaitu 2-3 tahun. Dengan begitu, Ibu dapat memberi ASI ekslusif pada bayi yang lahir lebih dahulu, memulihkan dirinya, serta mempersiapkan kondisi terbaik untuk mengandung janin di kehamilan berikutnya.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!

Artikel Terkait Kehamilan

  • Aktivitas Ini Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental Ibu Hamil

    Aktivitas Ini Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental Ibu Hamil

    Banyak ibu hamil yang pada masa kehamilannya lebih sering hanya terkonsentrasi pada menjaga kesehatan fisiknya dan mengesampingkan kesehatan mentalnya. Padahal, menjaga kesehatan mental ibu selama keh...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada Mei 3, 2021
  • Ini Gejala Ibu Hamil Mengalami Depresi, Jangan Sepelekan!depresi ibu hamil,

    Ini Gejala Ibu Hamil Mengalami Depresi, Jangan Sepelekan!depresi ibu hamil,

    Kehamilan pada umumnya akan  menghadirkan kebahagiaan bagi pasangan menikah, khususnya sang ibu. Kehadiran si kecil di tengah-tengah keluarga bakal dinanti-nantikan dengan antusias dan penuh suka...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada Mei 2, 2021
  • Ibu Bermata Minus Tinggi harus Melahirkan Caesar? Mitos atau Fakta?

    Ibu Bermata Minus Tinggi harus Melahirkan Caesar? Mitos atau Fakta?

    Pernahkah ibu mendengar informasi bahwa ibu hamil dengan mata minus tinggi,  terutama minus diatas 6, tidak boleh melahirkan secara normal dan harus dengan jalan operasi caesar? Benar tidak sih?...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada Mei 2, 2021
  • Setelah Melahirkan Haid Tak Kunjung Datang, Suburkah?

    Setelah Melahirkan Haid Tak Kunjung Datang, Suburkah?

    Masa nifas selepas melahirkan telah selesai, tapi sudah beberapa minggu berjalan mengapa haid tak kunjung datang ya?  Kondisi seperti ini kadang bikin ibu waswas. Apakah ibu sudah kembali memasuk...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 19, 2021
  • Selulit Pascamelahirkan? Bahan-Bahan Ini Akan Bantu Mengatasi

    Selulit Pascamelahirkan? Bahan-Bahan Ini Akan Bantu Mengatasi

    Hamil dan melahirkan pada umumnya menjadi momen yang membahagiakan bagi seorang wanita. Namun banyak wanita yang kemudian mengalami stretch mark atau selulit di kulitnya hingga mempengaruhi penampilan...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 8, 2021

Artikel Populer