Kapan Harus Periksa Tes Fertilitas?

Pada umumnya, tes fertilitas atau tes kesuburan baru dilakukan oleh pasangan suami istri yang sudah lama menikah namun tak kunjung mendapatkan keturunan. Padahal sebenarnya, tidak ada salahnya jika tes kesuburan ini dilakukan juga oleh seorang yang belum menikah. Tidak hanya penting untuk dilakukan wanita, tes fertilitas ini juga perlu bagi kaum laki-laki untuk memastikan kondisi kesehatan reproduksinya. 

Lalu kapan kita harus melakukan tes kesuburan ini? Simak saran berikut ini:

  • Ketika wanita mengalami gangguan ovulasi
    Wanita dengan pola haid yang tidak teratur, jarang, atau bahkan tidak mengalami haid sama sekali, jangan dianggap sepele. Sebab bisa jadi hal itu merupakan salah satu indikasi bahwa ia mengalami gangguan ovulasi. Gangguan tersebut sebagian besar disebabkan kondisi yang disebut ovarium polikistik atau PCOS. Permasalahan ini bisa menyebabkan adanya gangguan kesuburan. Sehingga disarankan wanita yang mengalami gangguan ini melakukan tes fertilitas. Pemeriksaan kesuburan ini dapat membantu mendeteksi masalah-masalah terkait persiapan kehamilan. 
  • Usia di atas 35 tahun
    Pada wanita, masa fertilitas tertinggi terjadi pada kisaran usia 20 sampai 30 tahun. Setelah usia tersebut biasanya kualitas maupun kuantitas sel telur yang dihasilkan menurun. Sedangkan pada pria terjadi pada kisaran usia 24 sampai 35 tahun. Sehingga jika pasangan menikah yang mengharapkan keturunan usianya masing-masing sudah lebih dari 35 tahun, segeralah lakukan tes fertilitas untuk memastikan peluang anda dan pasangan bisa segera mendapatkan buah hati. 
  • Memiliki riwayat masalah kesehatan atau gangguan reproduksi
    Masalah kesehatan dapat berdampak terhadap persiapan dan proses kehamilan. Beberapa gangguan kesehatan seperti penyakit radang pinggul, masalah tiroid, fibrosis kistik, periode tidak teratur, kehamilan ektopik, keguguran berulang, masalah ereksi, masalah ejakulasi, cedera atau trauma pada skrotum dan testis, atau lainnya. Terkait masalah ini, jika ingin segera mendapatkan buah hati, Anda dan pasangan tak perlu menunggu waktu satu tahun setelah menikah untuk melakukan tes fertilitas. 
  • Jelang menikah
    Pasangan yang baru merencanakan pernikahan juga sangat dianjurkan melakukan tes fertilitas ini. Terlebih jika ada target tertentu sesegera mungkin bisa mendapatkan buah hati. Sehingga jika dari hasil tes diketahui ada kendala dapat segera dilakukan upaya untuk mendukung keberhasilan program kehamilan ini. Namun yang penting dalam hal ini adalah adanya kesepakatan dari pasangan tersebut untuk menjalani pemeriksaan berikut konsekuensinya.  Sebab hal ini bisa menjadi permasalahan yang cukup sensitif. Lakukan komunikasi dengan baik. Jika Anda dan pasangan memang sudah sepakat untuk menjalani tes fertilitas ini sebelum pernikahan, buatlah komitmen dengan dia.
Suka artikel ini? Ayo bagikan!