Ngobrol dengan Janin di Kandungan, Apa Mantaafnya?

Mengobrol dengan calon bayi (janin) yang masih berada di dalam kandungan bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi seorang ibu di masa kehamilannya. 

Mungkin bagi beberapa orang, hal itu tampak sedikit aneh karena sang ibu seperti hanya berbicara sendiri. Tapi tahukah Ibu, bahwa berkomunikasi dengan janin di dalam kandungan ternyata juga bisa bermanfaat terutama untuk mendukung pertumbuhan si kecil? Di sisi lain, apakah janin sudah bisa mendengar saat diajak berkomunikasi oleh sang ibu? 

Terkait hal ini, seorang guru besar bidang ilmu pidato dan pendengaran di Universitas Washington di Seattle, Patricia K Kuhl, PhD mengemukakan, bayi dalam kandungan bahkan sudah mulai mendengarkan selama tahap terakhir kehamilan. Penelitian yang dilakukan Kuhl dan koleganya menunjukkan bahwa bayi mulai menyerap bahasa ketika mereka berada di dalam rahim selama 10 minggu terakhir kehamilan. Ini karena otak bayi tidak menunggu kelahiran untuk mulai menyerap informasi.

Sehingga tidak ada salahnya jika selama hamil bunda sering-sering mengajak janin berkomunikasi, termasuk dengan berbicara, mengajaknya ngobrol, atau bercerita. Melalui komunikasi ini, bunda bisa membangun ikatan emosional dengan bayi bahkan sejak ia masih di dalam kandungan.  

Ngobrol dengan janin bisa seputar apa saja. Misalnya, dengan ibu bercerita tentang apa yang sedang dilakukannya hari itu. Namun sebaiknya ibu memilih kata-kata yang positif saat mengajak bayinya ngobrol. Hal itu agar pengaruhnya terhadap perkembangan si janin juga positif. Jangan lupa untuk menyentuh atau mengelus-elus perut bunda. Bisa pula dengan menepuk-nepuk perut dengan lembut.

Hal ini untuk merangsang janin bergerak di dalam perut. Perhatikan ketika bayi mulai bergerak-gerak di dalam sana, merespons sentuhan-sentuhan yang diberikan lewat perut bunda itu. Pasti akan sangat menyenangkan. Di samping berbicara, ada juga beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk menjalin komunikasi dengan janin. Di antaranya dengan membacakan buku, mengajaknya berdoa, mendengarkan musik, melukis, memijat perut, yoga, hypnobirthing, hingga makan makanan yang manis yang juga akan membuat janin lebih aktif karena asupan glukosa.

Ehhh, sebenarnya tidak hanya ibu yang perlu menjalin komunikasi dengan bayi sejak di dalam kandungan, lho. Jangan lupa pula untuk mengajak ayah, kakak, atau anggota keluarga lainnya ikut terlibat dalam berkomunikasi dengan calon bayi. 

Suka artikel ini? Ayo bagikan!