Nyeri Saat Haid, Pertanda Sulit Hamil?

Dismenore atau nyeri dialami sebagian perempuan saat haid/menstruasi. Rasa nyeri ini biasanya dialami menjelang hari pertama menstruasi hingga satu hingga dua hari kemudian. Ada juga yang mengalaminya sepanjang menstruasi bahkan sampai beberapa hari setelahnya. Rasa nyeri kadang hilang-timbul, kadang bertahan lama bahkan tak tertahankan hingga membuat penderitanya sangat tersiksa. Aktivitas pun jadi terganggu.

Banyaknya kasus dismenore pada perempuan ini menjadi pertimbangan adanya hak cuti haid bagi pagawai perempuan. Perusahaan ada yang memberikan hak cuti satu hari, ada yang dua hari. Jadi saat haid datang, pegawai perempuan boleh tidak masuk kerja. Tapi pada satu sisi, ada anggapan dalam masyarakat awam, bahwa perempuan yang mengalami nyeri saat menstruasi itu akan sulit hamil. Benarkah demikian atau cuma mitos saja?

Begini, Bu. Anggapan bahwa nyeri haid pertanda sulit hamil itu hanya mitos saja. Jadi sama sekali tidak terbukti kebenarannya. Yang benar kalau terasa nyeri yang amat sangat saat haid itu sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Karena ada dismenore yang merupakan gejala dari kondisi yang serius menyangkut organ reproduksi perempuan seperti kemungkinan mengalami endometriosis, fibroid dan adenomyosis.

Endometriosis adalah kondisi tumbuhnya jaringan lapisan yang mestinya di dalam rahim namun berada di luar rahim. Gejala lain dari endometriosis adalah terasa nyeri saat buang air kecil, gangguan saat buang air besar seperti sembelit ataupun diare, keluarnya darah haid yang banyak, juga sakit saat berhubungan seks. Endometriosis bisa ditangani dengan tindakan operasi pengangkatan jaringan endometriosis.

Fibroid adalah berkembangnya sel yang tidak normal di rahim/uterus. Kalau memang nyeri disebabkan oleh fibroid, memang kemungkinan menjadi penghambat untuk terjadinya kehamilan. Sehingga bila penderita masih ingin mempunyai anak, sebaiknya dilakukan operasi pengangkatan. Sementara itu adenomyosis adalah kondisi ketika lapisan endometriosis yang menembus dinding rahim.

Selain nyeri, gejala lainnya adalah pendarahan hebat dan berkepanjangan, mengalami keram perut dan panggul juga terasa nyeri. Ukuran rahim pun membesar hingga beberapa kali lipat. Bisa dirasakan di perut bagian bawah. Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan untuk mengatasi kasus ini. Jadi jika nyeri haid datang dengan hebat apalagi disertai gejala-gejala tambahan seperti tiga kasus di atas, tak ada pilihan lain kecuali segera berkonsultasi dengan dokter.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!