Pengaruh Mioma pada Kehamilan

Miom atau mioma, merupakan istilah medis untuk tumor jinak yang tumbuh pada dinding rahim. Pertumbuhan sel tumor di dalam atau di sekitar uterus (rahim) tersebut tidak bersifat ganas (kanker). Sebagian perempuan memiliki miom sepanjang hidup mereka, namun terkadang tidak mengetahui, karena keberadaannya tidak menunjukkan gejala-gejala. Mioma bahkan juga bisa dialami oleh ibu hamil. Apakah pengaruh mioma pada kehamilan?

Perlu diketahui, mioma berasal dari sel otot rahim yang tumbuh secara abnormal. Keberadaannya bisa dideteksi lewat pemeriksaan ultrasonografi (USG) maupun menggunakan CT Scan juga MRI. Berdasar lokasi tumbuhnya, mioma terbagi dalam beberapa jenis, yaitu mioma subserosa yaitu mioma yang tumbuh di bagian luar dinding rahim, mioma intramura yang tumbuh di antara jaringan otot rahim dan mioma submukosa yang tumbuh di lapisan otot bagian dalam dinding rahim. Ukuran mioma bervariasi, dari sebesar kacang polong sampai sebutir anggur.

Belum diketahui apa penyebab pasti dari munculnya mioma. Namun penurut para ahli, hal ini ada kaitannya dengan hormon estrogen (hormon reproduksi yang dihasilkan oleh ovarium). Karena itu, mioma juga bisa menimpa ibu hamil. Mioma subserosa merupakan jenis yang paling banyak dialami perempuan. Meski demikian, perempuan hamil dengan mioma ini tidak membahayakan kehamilan atau mengganggu pertumbuhan janin, karena letaknya tidak berada di dalam rongga rahim.

Jika ukurannya kecil, mioma tidak akan menimbulkan masalah, lain halnya jika mioma membesar. Hal ini dapat mengancam kehamilan selama trimester pertama lantaran ia mendorong embrio, sehingga tidak menempel dengan baik di dinding rahim. Bila kehamilan berlanjut, mioma dapat mendesak janin sehingga letaknya melintang atau sungsang.

Mioma juga dapat meningkatkan risiko terjadinya plasenta previa (plasenta yang tumbuh di bagian bawah rahim) serta perdarahan persalinan. Karena itu, jika Anda perempuan hamil yang dideteksi mengalami mioma, maka pemeriksaan rutin ke dokter sangat disarankan untuk pemantauan kondisi kehamilan dan janin hingga saatnya persalinan.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!