Persiapan Melahirkan di Tengah Pandemi COVID-19

Pandemi Covid-19 belum berakhir, namun masa adaptasi kebiasaan baru sudah dimulai. Mobilitas warga pun sudah mulai menggeliat. Wacana new normal mulai diberlakukan di berbagai sektor kehidupan. Hidup terus berlanjut di tengah pandemi. Di tengah ketidakpastian masa depan, ada harapan baru yang tetap bisa disemai, seperti halnya saat menyambut kelahiran si jabang bayi. Anda mugkin salah satu orang yang tengah bersiap melahirkan di tengah pandemi. Perlu beberapa persiapan yang harus dilakukan, agar persalinan Anda tetap aman, berikut ini:

  • Persiapan fisik dan mental

Agar proses persalinan nanti berjalan lancar dan aman, pastikan Anda melakukan persiapan persalinan sejak memasuki pertengahan trimester ketiga. Bumil juga bisa mulai menyiapkan barang-barang yang perlu dibawa ke rumah sakit. Mental dan fisik perlu dipersiapkan lebih. Secara materi, melahirkan di masa pandemi butuh dana ekstra, mengingat ada beberapa syarat kesehatan yang harus dijalani.

  • Konsultasi daring

Menjelang persalinan, pemeriksaan kehamilan ke dokter atau bidan tentu akan lebih sering. Jika memungkinkan, lakukan konsultasi secara daring. Namun jika tidak, dan Anda terpaksa harus keluar rumah, pastikan Anda menjalankan protokol kesehatan untuk mengurangi risiko tertular virus Corona. Yaitu, mencuci tangan sesering mungkin dengan air dan sabun atau hand sanitizer (kadar alkohol minimal 60%), melakukan physical distancing (menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain) menggunakan masker kain, menghindari kontak dengan orang sakit serta menerapkan etika batuk dan bersin.

  • Perhatikan gizi

Asupan gizi dan vitamin penting untuk menjaga stamina tubuh. Demikian pula dengan berolahraga secara rutin, dan tidur yang cukup. Lumrah terjadi, kehamilan trimester terakhir kadang membuat Bumil malas bergerak, malas makan, dan lebih sulit untuk tidur karena perut yang semakin besar. Namun, itu perlu ditanggulangi agar persalinan di masa pandemi berjalan aman dan lancar.

  • Tentukan tempat bersalin

Bumil dapat memilih tempat persalinan, bisa di rumah, klinik atau rumah sakit. Meski demikian, pilihan lokasi persalinan perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan Bumil dan kehamilan. Jika berisiko (ada gangguan kesehatan atau kehamilan), melahirkan di klinik atau rumah sakit lebih disarankan. Nah, untuk melakukan persalinan di rumah sakit, maka Bumil diwajibkan menjalani rapid test dan swab test, demikian juga untuk orang yang akan mendampingi selama persalinan. Sementara, jika Bumil mengalami gejala-gejala Covid-19 seperti batuk kering, demam, dan sesak napas, atau terdeteksi positif Covid-19, maka Bumil akan dirujuk ke rumah sakit rujukan untuk menjalani isolasi dan mendapat penanganan khusus, menjelang, saat hingga setelah persalinan. Sementara, jika ternyata pendamping persalinan diketahui sedang tidak sehat atau menunjukkan gejala Covid-19, ia tidak diizinkan masuk ke ruang bersalin.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!