Perubahan yang Terjadi pada Wanita Saat Hamil

Kehamilan tentunya akan membawa perubahan pada wanita. Pada umumnya yang paling terlihat pada fisik ibu hamil adalah dari bentuk perut yang semakin lama akan membesar. Namun tahukah Anda bahwa ada sejumlah perubahan lain yang akan terjadi pada tubuh Anda selama masa kehamilan tersebut? Bahkan perubahan-perubahan itu bisa sangat mempengaruhi psikologis ibu hamil. Hal ini wajar terjadi namun sangat penting untuk Anda ketahui. 

  • Perubahan hormon
    Sejumlah hormon pada wanita, terutama estrogen dan progesteron yang merupakan hormon kehamilan utama, akan meningkat secara drastis pada saat ia hamil. Meningkatnya kadar hormon ini berbeda-beda sesuai tahapan kehamilan. Estrogen memiliki peran membantu perkembangan janin, memungkinkan rahim dan plasenta untuk meningkatkan pembentukan pembuluh darah atau vaskularisasi, dan mentransfer nutrisi. Peningkatan hormon estrogen secara cepat menjadi pemicu rasa mual yang sering dialami sebagian besar ibu hamil pada trimester pertama.

    Sedangkan fungsi hormon progesteron selama kehamilan di antaranya untuk mengubah ukuran rahim ibu sehingga janin dapat berkembang dengan baik dan aman di dalamnya hingga bayi siap dilahirkan. Perubahan drastis hormon-hormon pada wanita selama kehamilannya ini akan mempengaruhi kondisi psikologisnya. Ibu hamil biasanya menjadi lebih sensitif atau peka, terutama dari sisi perasaannya. Emosional ibu cenderung menjadi tidak stabil.
  • Perubahan fisik
    Selain perut dan payudara yang membesar, ibu hamil pada umumnya juga akan mengalami beberapa perubahan fisik lainnya. Kondisi perut yang membesar akan mempengaruhi keseimbangan ibu. Bertambahnya berat badan sudah pasti dialami oleh banyak ibu hamil, meskipun ada pula kasus ibu hamil yang justru mengalami susah menaikkan berat badan disebabkan faktor tertentu. 

Banyak wanita hamil mulai merasakan sedikit pembengkakan pada beberapa bagian tubuh selama trimester kedua dan sering berlanjut hingga trimester ketiga. Pembengkakan bisa terjadi di bagian mata, atau hidung dan bibir, pipi, gusi, payudara, dan kaki. Hal ini dipicu oleh adanya penimbunan atau retensi cairan dalam tubuh untuk melindungi atau mempertahankan kehamilan.

Perubahan pigmentasi kulit bisa juga terjadi akibat perubahan hormon dan akan membuat sebagian ibu hamil memiliki wajah yang terlihat lebih bercahaya atau sering disebut dengan kehamilan berseri.

Kehamilan juga bisa membawa perubahan pada sensitivitas indera perasa dan indera penciuman ibu. Bahkan dalam beberapa kasus, beberapa ibu hamil akan mengalami perubahan pada indera penglihatannya, misalnya pandangan menjadi sedikit buram dibandingkan pada saat tidak hamil. Perubahan-perubahan lainnya yang mungkin terjadi hingga membuat ibu merasa tidak nyaman selama kehamilan antara lain ibu menjadi lebih mudah lelah, timbul jerawat pada wajah, kulit kering, perut kembung, mengidam, produksi air liur berlebihan, sering buang air kecil, dan sebagainya. Namun biasanya kondisi tersebut akan kembali normal setelah ibu melahirkan.

Perubahan lain terjadi pada leher rahim wanita, yakni jaringan serviks yang akan menebal dan menjadi keras dan kelenjar. Hingga beberapa minggu sebelum melahirkan, serviks dapat melunak, menipis, dan melebar, hingga memungkinkan bayi melewati jalan lahir.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!