Janethes
Janethes

Sosial Media kami:

Tetap Menyusui saat Hamil Lagi? Perhatikan Ini Ya, Bu!

Kehamilan tanpa direncanakan pada saat anak pertama masih bayi atau terlalu kecil dan belum siap untuk disapih, pada umumnya akan membuat sang ibu merasa khawatir dan bingung. Haruskah ibu berhenti menyusui si kakak? Apakah kualitas air susu ibu (ASI) jadi berkurang saat ibu hamil lagi? Apakah jika tetap menyusui nantinya bisa membahayakan janin? 

Jangan cemas, Bu. Ibu masih boleh kok menyusui si kecil meskipun dalam kondisi hamil lagi. Menyusui saat hamil pada umumnya juga aman bagi janin, asalkan ibu dalam kondisi sehat dan kehamilan normal. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang harus ibu perhatikan ya! 

  • Produksi ASI turun, rasa berubah
    Dari kualitas, ASI yang diberikan untuk si kecil saat ibu hamil lagi, dipastikan tidak berubah. Tapi produksi ASI pada saat ibu hamil lagi biasanya akan menurun karena dipengaruhi oleh meningkatnya produksi hormon estrogen dalam tubuh ibu untuk mempertahankan janin dalam rahim. ASI juga berubah rasa menjadi tidak terlalu manis karena ASI yang diproduksi berubah menjadi kolostrum. Perubahan rasa ASI ini mungkin akan berdampak bayi menjadi enggan menyusu. 
  • Muncul kontraksi
    Ketika ibu masih menyusui dalam keadaan hamil, biasanya akan muncul kontraksi ringan. Hal ini sebenarnya wajar terjadi dan tidak membahayakan janin. Namun jika ibu merasa khawatir tentang kontraksi tersebut, tidak ada salahnya kok berkonsultasi dengan dokter, apalagi ketika usia kehamilan semakin bertambah, untuk memastikan kondisi kehamilan ibu.
  • Ibu lebih cepat lelah
    Dalam kondisi hamil dan tetap menyusui, akan berdampak ibu menjadi lebih cepat lelah karena energi yang terkuras lebih banyak. Untuk menjaga kondisi stamina ibu, pastikan kebutuhan nutrisi ibu maupun janin selalu terpenuhi dengan banyak mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, terutama yang mengandung protein tinggi. Perbanyak minum air putih dan sempatkan diri untuk beristirahat atau tidur siang agar ibu bisa memulihkan tenaga. 
  • Kehamilan berisiko
    Khusus bagi ibu dengan kehamilan berisiko tinggi, biasanya disarankan untuk berhenti menyusui bayi ketika ibu hamil lagi. Sebab akan ada risiko tidak hanya terhadap ibu tapi juga untuk janin jika ibu tetap menyusui. Dalam kondisi ini, lebih baik jika ibu mengikuti saran dan anjuran dari dokter ya!
Suka artikel ini? Ayo bagikan!

Artikel Terkait Kehamilan

  • Selulit Pascamelahirkan? Bahan-Bahan Ini Akan Bantu Mengatasi

    Selulit Pascamelahirkan? Bahan-Bahan Ini Akan Bantu Mengatasi

    Hamil dan melahirkan pada umumnya menjadi momen yang membahagiakan bagi seorang wanita. Namun banyak wanita yang kemudian mengalami stretch mark atau selulit di kulitnya hingga mempengaruhi penampilan...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 8, 2021
  • Mengenal PCO dan PCOS, Apa Sih Bedanya?

    Mengenal PCO dan PCOS, Apa Sih Bedanya?

    Anda pernah menyimak kisah selebritis kocak, Fitri Tropica, yang sempat susah hamil karena mengalami sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome (PCOS)? Di sisi lain, mungkin Anda juga p...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada April 1, 2021
  • Gusi Bengkak saat Hamil, Atasi dengan Cara Ini

    Gusi Bengkak saat Hamil, Atasi dengan Cara Ini

    Di tengah kebahagiaan menantikan kehadiran si kecil, beberapa ibu hamil mungkin harus mengalami permasalahan atau kondisi yang tidak nyaman baginya. Salah satunya jika ia mengalami peradangan pada gus...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada Maret 30, 2021
  • Tetap Menyusui saat Hamil Lagi? Perhatikan Ini Ya, Bu!

    Tetap Menyusui saat Hamil Lagi? Perhatikan Ini Ya, Bu!

    Kehamilan tanpa direncanakan pada saat anak pertama masih bayi atau terlalu kecil dan belum siap untuk disapih, pada umumnya akan membuat sang ibu merasa khawatir dan bingung. Haruskah ibu berhenti me...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada Maret 3, 2021
  • Sembelit saat Hamil? Begini Tips Mengatasinya

    Sembelit saat Hamil? Begini Tips Mengatasinya

    Sebelum hamil, buang air besar (BAB) biasanya bisa rutin dilakukan setiap hari. Tapi mengapa saat hamil frekuensi BAB-nya menjadi lebih jarang? Bahkan mungkin Ibu tidak bisa BAB sampai berhari-hari? M...

    Baca selebihnya...

    oleh janethes pada Maret 2, 2021

Artikel Populer