Tips Agar Tak Hamil Kesundulan

Merencanakan jarak kehamilan sangat disarankan oleh para ahli kesehatan, terutama bagi pasangan suami isteri (Pasutri) yang menginginkan anak lebih dari satu.  Perencanaan ini penting agar jarak antara satu kehamilan dengan kehamilan berikutnya tidak terlalu dekat. Jarak kehamilan yang terlalu dekat, akan merugikan si anak juga ibu. Namun demikian, Pasutri muda yang belum cukup bekal pengetahuan tentang pengaturan kehamilan, banyak yang alpa untuk memikirkan metode kontrasepsi yang perlu dipakai segera setelah kelahiran anak pertama. Akibatnya, tak jarang terjadi hamil kesundulan. Nah, agar tak kejadian pada Anda, berikut ini beberapa tips penting agar tak hamil kesundulan:

  • Diskusi soal kontrasepsi dengan pasangan

Diskusi sejak istri dinyatakan hamil. Program kontrasespi perlu dipikirkan sejak isteri dinyatakan hamil. Biasanya, setelah melahirkan, ibu akan mengalami kesibukan yang luar biasa sehingga melupakan urusan alat kontrasepsi. Idealnya, pasutri sudah melakukan konsultasi dengan dokter, untuk memilih alat kontrasepsi yang tepat dan ideal, sejak si istri dinyatakan positif hamil.

  • Beri ASI eksklusif

Mengupayakan pemberian ASI ekslusif untuk bayi. Seperti diketahui, pemberian ASI merupakan alat kontrasepsi alami untuk ibu yang baru saja melahirkan, hingga usia bayi 6 bulan. Pemberian ASI sebagai alat kontrasepsi juga disebut dengan Metode Amenore Laktasi (MAL) yang dapat dilakukan apabila ibu menyusui secara penuh (lebih dari 8 kali dalam sehari), ibu belum haid dan bayi di bawah 6 bulan. Namun metode ini kurang efektif bagi ibu yang air susunya tidak keluar dan bayi yang diberi asupan lain sepeti susu formula.

  • Pakai alat kontrsepsi dalam rahim

Tips berikutnya agar tak hamil kesundulan adalah memasang alat kontrasepsi dalam rahim. Alat kontrasepsi dalam rahim ini memang memiliki efektivitas tinggi sebagai pencegah kehamilan. Waktu yang paling baik untuk memasang alat ini adalah setelah masa persalinan, tepatnya dalam waktu 10 menit setelah plasenta lahir, oleh tenaga medis berpengalaman. Apabila tidak dapat dipasang dalam 10 menit setelah plasenta lahir, masih bisa dipasang di bawah 48 jam pasca kelahiran, atau menunggu 4 pekan setelah persalinan.

  • Pakai pengaman

Jika ternyata setelah melahirkan Anda dan pasangan belum juga menentukan alat kontrasepsi apa yang hendak dipakai, maka gunakanlah pengaman berupa kondom sebagai alat “penyelamat” tiap kali Anda berhubungan badan dengan pasangan. Kondom mudah didapat dan bisa berfungsi baik sebagai pencegah kehamilan, asal digunakan secara tepat.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!