Tips Menghadapi Kehamilan Tak Direncanakan

Kehamilan yang tidak direncanakan bisa jadi membawa kepanikan tersendiri bagi pasangan suami-istri, khususnya sang ibu. Jarak anak pertama yang terlalu dekat, telah memiliķi banyak anak, masalah kesehatan, kesulitan ekonomi, atau hal lainnya, menjadi alasan bagi beberapa pasangan suami-istri yang justru tidak mengharapkan terjadinya kehamilan. 

Secara psikis, ibu bisa dilanda stres, frustasi, rasa cemas berlebihan, bahkan depresi, lantaran kehamilan tersebut sebenarnya tidak diinginkan. 

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan ayah-ibu jika harus menghadapi terjadinya kehamilan tanpa rencana ini? Berikut beberapa caranya: 

  • Berpikirlah positif dan jangan panik. Jangan menyalahkan diri sendiri atau siapapun. Bersyukurlah karena kehamilan adalah sebuah anugerah yang tidak ternilai harganya dari Tuhan. Hal itu berarti bahwa Anda dipercaya Tuhan dan mampu untuk menjalankan amanah ini. Sadarilah di luar sana banyak pasangan suami-istri yang begitu mengharapkan bisa memiliki buah hati namun belum diberikan kepercayaan oleh-Nya. 
  • Segera periksakan diri dan konsultasikan kehamilan serta kondisi kesehatan ibu ke dokter. 
  • Jalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan pasangan Anda untuk mempersiapkan segala sesuatu terkait kelahiran si kecil, termasuk persiapan finansial. Perbesar rasa cinta dan kasih sayang ayah-ibu.
  • Ayah-ibu juga perlu mempersiapkan sang kakak untuk menyambut hadirnya adik kecil, terlebih jika jarak usia keduanya sangat dekat.
  • Cari dukungan positif dari sahabat atau keluarga, dan jangan pedulikan omongan-omongan negatif dari orang lain.

Semoga bermanfaat.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!