4 Persiapan Penting Calon Ayah

Setiap laki-laki yang mengharapkan keturunan, begitu mengetahui istri hamil untuk kali pertama, tentu senang bukan kepalang. Excited dengan dirinya sendiri yang akan punya keturunan. Deg-degan menghitung hari. Kapan waktunya periksa lagi. Memperhatikan setiap detil penjelasan dokter kandungan. Tak sabar menunggu sang jabang bayi lahir ke dunia.

Itu semua wajar terjadi. Namun alangkah indah kelahiran si kecil ke dunia dan juga setelahnya, bila calon ayah mempunyai persiapan-persiapan yang matang. Apa saja sih yang mesti dipersiapkan untuk menjadi calon ayah? Ini dia empat poin penting persiapan itu:

  • Persiapan mental
    Seorang calon ayah harus menyiapkan mentalnya. Pertama adalah membangun kesadaran bahwa sebentar lagi akan menjadi seorang ayah sekaligus kepala keluarga sepenuhnya. Menjadi kepala keluarga, artinya bertanggungjawab sepenuhnya terhadap keluarganya. Menjadi ayah, harus siap-siap mengurangi waktu yang biasa dihabiskan bersama teman-teman. Kadang harus berbagi tugas mengurus si kecil dengan istri.
  • Persiapan fisik
    Fisik harus disiapkan sejak bayi masih di kandungan. Menemani istri ke dokter kandungan, memotivasi istri dan jadi suami siaga saat kelahiran si jabang bayi. Setelahnya, jadilah ayah yang kekinian. Ayah yang kekinian tidak menyerahkan urusan bayi seluruhnya kepada istri, melainkan bersedia berbagi tugas.  Lakukan dengan riang gembira karena semua demi keluarga.
  • Persiapan finansial
    Menjadi ayah, artinya bertambah anggota keluarga. Kebutuhan pun bertambah. Maka persiapan keuangan harus dilakukan. Ini juga dimulai sejak istri hamil. Biaya periksa ke dokter dan persalinan tidak sedikit. Setelah itu butuh uang lagi untuk membeli perlengkapan bayi yang bermacam-macam dan berganti-ganti dengan cepat di awal-awal kelahiran. Anggaran terus akan bertambah seiring dengan perkembangan bayi yang makin besar, hingga butuh biaya sekolah dan lain sebagainya.
  • Persiapan pengetahuan
    Persiapan pengetahuan ini penting. Ayah juga harus tahu cara mengurus bayi. Bagaimana memandikan, mengganti popok, menidurkan dan menangani bayi yang rewel. Apalagi di awal-awal kelahirannya, saat istri belum bisa optimal mengurus bayi usai melahirkan. Maka peran ayah sangat dibutuhkan. Setelah itu tak ada salahnya ayah terus memberikan peran dalam membesarkan si kecil.

Nah, sudahkah calon ayah memiliki aneka persiapan itu?

Suka artikel ini? Ayo bagikan!