5 Hal Kecil yang Dilakukan Orangtua Ini Mendorong Kesehatan Mental Anak

Anak yang sehat tak hanya ditandai dengan pertumbuhan yang positif terkait fisiknya. Lebih dari itu juga kesehatan mentalnya. Kesehatan fisik dan mental yang seimbang dibutuhkan anak untuk menghadapi masa depannya kelak. Kesehatan mental anak yang baik, ditandai dengan karakter positif seperti memiliki rasa percaya diri, mampu beradaptasi dengan lingkungan, mampu menghadapi stress, mampu bersikap sportif, dan lekas move on dari keterpurukan.

Orangtua sangat berperan dalam membangun kesehatan mental anak. Sejumlah hal kecil di  bawah ini perlu dilakukan orangtua untuk menjalin kedekatan, membantu anak membangun kepercayaan dirinya dan pada gilirannya akan membuat kesehatan mentalnya lebih baik. Hal kecil yang bila rutin dilakukan akan membuat hati anak berbunga-bunga, berikut ini:

  • Memotong kuku
    Memotong kuku anak benar-benar hal kecil, ringan dan tampak sepele. Namun kalau dilakukan akan membangun kedekatan antara orangtua dengan anak. Ini bentuk perhatian kecil namun efeknya besar. Sayang kadang dilupakan orangtua.
  • Menyuapi
    Sepele ya Bu. Tapi kegiatan rutin ini sangat penting artinya bagi Ananda. Jadi sebaiknya tak didelegasikan ke mbak pengasuh atau babysitter.
  • Mengantar dan menjemput ke/dari sekolah
    Anak yang diantar dan dijemput sendiri oleh orangtuanya akan berbunga-bunga hatinya. Dia pun bakal tampil penuh percaya diri di kelas. Dalam kondisi seperti ini pelajaran sulit akan mudah diterima.
  • Menemani belajar
    Belajar tak hanya dalam arti menghafal pelajaran pada malam hari di rumah. Tapi bisa lebih kreatif. Misal belajar memasak di dapur, mengunjungi museum atau tempat lain.
  • Main bareng
    Sempatkan temani anak main boneka, main basket atau bola, bisa juga berenang dan bersepeda bersama. Masuk ke dunia mereka. Pura-pura jadi anak-anak lagi. Kebersamaan dalam balutan main bareng ini sangat berarti bagi si kecil.

Hal kecil di atas kadang dilupakan sejumlah orangtua. Apalagi kalau orangtua sangat sibuk, dan pengasuhan diserahkan kepada baby sitter atau orang lain seperti neneknya. Bila memang sangat sibuk, sempatkan sesekali. Semua demi kesehatan mental ananda tercinta.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!