Anak Punya Teman Khayalan, Perlukah Merasa Cemas?

Usia bawah lima tahun (Balita) merupakan masa di mana anak mengalami pertumbuhan yang luar biasa pesat, baik itu dari segi fisik maupun psikis. Kemampuan mendengar, berbicara, beripikir juga berimajinasi berkembang di usia ini. Maka, tak perlu heran jika suatu waktu, Anda menjumpai si kecil sedang asyik berbicara sendiri, seolah seperti sedang berbicara dengan seseorang, padahal tidak ada seorang pun di sekelilingnya. Anak punya teman imajiner, perlukah cemas?

Jika hal itu terjadi pada buah hati Anda, tidak perlu cemas. Alih-alih merasa cemas, ini yang perlu Anda lakukan:

  • Cari tahu pemicunya

Anda hanya perlu mencari dulu apa yang menjadi pemicu si kecil menciptakan teman khayalan. Ajaklah si kecil berbincang dari hati ke hati, untuk menggali lebih jauh kenapa si kecil menciptakan teman khayalan. Teman khayalan adalah bagian penting dan kreatif dari pertumbuhan seorang anak. Teman tak tampak itu membantu si kecil berhadapan dengan emosi dan masalah yang mungkin tak bisa ia atasi. Misalnya, si kecil menciptakan teman karena belum memiliki teman saat pindah ke lokasi (rumah) baru, atau ia menciptakan teman karena tidak ada teman sebaya di rumah. Kurang mendapat perhatian dan kasih sayang juga memungkinan menjadi pendorong anak menciptakan teman khayalan.

  • Akui keberadaan teman khayalan

Anda juga perlu mengakui keberadaan teman khalayan si kecil, agar ia tidak tersinggung. Kalau perlu, ikutlah bermain bersamanya saat anak meminta, tetapi tetap disertai batasan tertentu, termasuk sesekali mengingatkan bahwa teman khayalannya tidak nyata.

  • Tingkatkan bonding dengan si kecil

Jadikan apa yang anak ceritakan dan ekspresikan tentang teman khayalannya kepada Anda sebagai evaluasi terhadap gaya pengasuhan Anda. Umumnya anak  Balita sangat tertarik dengan siapapun yang menyenangkan untuk ajak bermain dan berbincang.  Saat eksplorasi dan kemampuan berkembang dan ia butuh ditemani, namun tak dapat Anda atau pengasuh penuhi, maka terciptalah teman khayalan.

  • Dorong si kecil berteman di dunia nyata

Doronglah agar si kecil mau melakukan kegiatan bersama teman di dunia nyata. Ajak dia bermain dengan sekelompok anak seusianya, bisa tetangga atau kerabat. Dengan begitu, dirinya dapat merasakan kesenangan yang nyata dan perlahan pikirannya akan bergeser dari si teman khayalannya. Hal ini tentu saja bisa Anda lakukan ika Anda dan pasangan memilliki komitmen untuk meluangkan waktu bekualitas lebih sering untuk si buah hati.

Pada umumnya, perilaku seperti ini akan menghilang setelah anak melewati usia 5 tahun. Namun Anda harus waspada, apabila kondisi ini berlanjut hingga usia lebih dari itu. Hal ini bisa jadi pertanda adanya tekanan psikologis tertentu yang benar-benar membuat dia tidak merasa aman dan nyaman, dengan keberadaan teman khayalan. Jika itu yang terjadi, segera konsultasikan hal ini dengan psikolog atau ahli tumbuh kembang anak.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!