Anak Suka Bonceng Motor di Depan? Awas Bahaya Mengancam

Siapa sih anak-anak yang tidak suka dibonceng motor di depan. Orangtua mana pula yang tak memperbolehkan itu? Anak bonceng motor di depan, sangat lazim. Bahkan saking lazimnya ada yang jualan tempat duduk bongkar pasang untuk membuat anak lebih nyaman ketika dibonceng motor di depan.

Padahal memboncengkan anak di depan itu sangat tidak disarankan. Apalagi bila tak disertai pengaman yang memadai. Banyak alasan mengapa anak sebaiknya tidak dibonceng di depan. Ini dia bahaya anak bonceng motor di depan:

1. Polusi udara
Ketika anak dibonceng di depan, akan langsung berhadapan dengan angin dan udara bebas sekaligus dengan polusinya. Angin besar dan polusi dari asap kendaraan sangat berbahaya bagi kesehatan organ pernapasannya. Mata anak juga rawan terlilip material kecil ataupun hewan/serangga yang biasanya mulai keluar pada sore hari.

2. Risiko terjengkang dan terantuk bodi kendaraan
Saat mengerem apalagi kalau mendadak, risiko anak terjengkang dan kemudian terantuk bodi kendaraan cukup besar. Apalagi bila anak belum mampu stabil mengambil posisi berdiri/duduk di depan. Sudah banyak contoh kecelakaan anak terpental ke jalan bahkan ke kubangan aspal ketika orangtua mengerem mendadak.

3. Saat mengantuk posisi tak seimbang
Angin yang menerpa dari depan membuat anak akan segera mengantuk. Bila anak tertidur, posisi jadi tidak seimbang. Tangan orangtua terpaksa memegangi anak agar tidak jatuh. Dalam posisi yang demikian orangtua akan lebih sulit mengerem. Apalagi kalau motornya matik, di mana rem ada di stang sebelah kiri.

4. Anak tak sengaja memegang gas

Sudah ada beberapa kejadian, motor jalan sendiri karena anak tak sengaja memegang handel gas di setang bagian kanan. Ini sangat membahayakan anak itu sendiri dan orang lain. Oleh karena itu yang paling ideal adalah anak dibonceng di belakang. Itupun harus ada orang dewasa yang ikut membonceng. Dia bertugas memegangi posisinya supaya stabil. Anak boleh membonceng sendirian ketika sudah mampu membuat posisi duduknya stabil. Jadi pengemudi cukup mengemudikan saja motornya agar bisa berkonsentrasi penuh. Ingatlah untuk selalu disiplin di jalan raya. Keselamatan adalah yang utama.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!