Anak Suka Jahilin Teman? Ini Penyebabnya

Masa kanak-kanak merupakan masa di mana anak-anak banyak melakukan eksplorasi dengan lingkungannya. Keingintahuan yang besar dan dorongan untuk mengasah kemampuan motorik kadang membuat seorang anak berperilaku yang dirasa menganggu orang di sekitarnya. Iseng atau jahil kepada temannya jadi lumrah dijumpai, terutama pada anak-anak yang aktif. Apa sih yang jadi penyebab anak suka jihilin teman?

Tak jarang, perilaku anak yang suka jahilin teman dirasa membuat malu orangtua. Bahkan ada orangtua yang serta-merta menghukum si anak karena perilakunya. Sabar dulu ya Pak, Bu. Sebelum mengambil tindakan, perlu ditelusuri dulu penyebab di balik tindakannya. 

  • Kelebihan energi

Ada tipe anak yang memang dilahirkan dengan energi besar, selalu aktif dan lincah. Untuk melampiaskan energinya itu, anak kadang melakukan hal-hal yang kemudian dianggap mengganggu; berlarian ke sana kemari di kelas, mengganggu teman bermain atau teman sebangku, hingga usil membongkar tas sekolah temannya.

  • Rasa ingin tahu

Rasa ingin tahu yang besar juga menjadi penyebab anak-anak suka jahil.  Mereka seperti ingin menguji, kalau aku bertindak begini apa yang terjadi? Apa efeknya? Kalau aku membongkar tas teman, bagaimana reaksi teman? Dan seterusnya.

  • Cari perhatian

Anak kadang juga hanya ingin menarik perhatian. Jika si kecil sudah mulai bersekolah, bisa jadi ia ingin menarik perhatian guru dengan menjahili teman sebangkunya. Bisa juga yang menjadi penyebab adalah ingin menarik perhatian teman-teman lainnya. Saat si kecil ingin menunjukkan esksitensi dirinya, dia lantas melakukan hal-hal yang menimbulkan reaksi, contohnya, mengganggu konsentrasi teman yang sedang menganggambar atau belajar menulis.

Yang harus dilakukan orangtua menghadapi anak yang suka jahil tentu saja jangan emosional. Anda hanya perlu melakukan hal-hal untuk mencegah perilakunya berulang. Jangan menghukum anak di depan umum, itu yang pertama. Ajak si kecil bicara baik-baik, katakan dengan lembut bahwa perilakunya bisa saja mengganggu orang lain. Ajak anak untuk meminta maaf atas gangguan yang ditimbulkannya. Arahkan anak untuk melakukan hal-hal lain produktif untuk menyalurkan energinya, dan juga mengajari anak untuk disiplin serta menjadi contoh yang baik bagi mereka.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!