Anak Tantrum, Atasi dengan Cara Ini

Anda mungkin pernah melihat seorang anak kecil menangis meraung-raung, bahkan sampai berguling-guling di lantai pusat perbelanjaan atau tempat umum lainnya. Mungkin malah anak Anda sendiri yang pernah melakukannya? Itulah tantrum, situasi di mana seorang anak melepaskan emosi yang tak terkendali tidak peduli bahkan sedang di tempat umum sekalipun.

Tantrum merupakan sebuah situasi yang wajar terjadi pada anak. Kondisi ini biasanya dialami anak berusia 1-3 tahun dengan durasi berbeda pada setiap anak.  Kemampuan sosial dan emosional anak memang berkembang pesat di usia 1-3 tahun. Namun hal itu tidak berbanding lurus dengan kemampuannya mengekspresikan emosinya. Saat anak merasa marah, kecewa, sedih atau tertolak karena keingiannya tidak dipenuhi, bisa membuat si kecil menangis, ngambek, marah bahkan tak jarang ia akan berguling di lantai. Tantrum pada si kecil pun bisa terjadi di mana saja, di rumah juga tempat umum. Jika anak tantrum, ikuti beberapa cara ini untuk mengatasinya:

  • Jangan panik

Hal pertama agar bisa mengendalikan anak tantrum adalah jangan panik dan tetap tenang. Memang agak sulit untuk tenang apabila anak Anda tantrum di tempat umum. Apalagi bagi orangtua baru, yang belum memiliki pengalaman menghadapi anak tantrum. Usahakan tak menggubris tatapan aneh orang di sekitar ketika anak tantrum. Tak perlu pula memarahi anak apalagi dengan suara keras. Memarahi anak yang tantrum tidak akan memperbaiki keadaan, dan justru membuat anak semakin frustasi.

  • Peluk anak

Jika bisa, ajak anak untuk duduk dan menenangkan diri. Jangan ragu untuk memeluk si kecil. Berikan waktu jika memang si kecil ingin menangis. Terkadang tantrum dibutuhkan anak untuk mengeluarkan perasaannya. Jadi, biarkan saja dia menangis. Tantrum sedikit banyak membantu anak untuk belajar mengekspresikan perasaan sekaligus mengontrol diri. Namun, pastikan tantrum tak membahayakan si kecil.

  • Jangan berikan keinginannya

Jangan menyerah dengan memberikan apa yang dinginkan anak agar dia diam dari tangisnya. Tantrum akan menjadi masalah ketika orangtua kemudian menuruti apa kemauan anak saat itu. Di masa mendatang, cara ini menjadi senjata untuk anak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jika anak menangis terlalu keras dan mengganggu orang di sekitar, gendong ia dan ajak ke tempat yang jauh dari keramaian. Pada umumnya, tantrum dialami oleh anak usia 1,5 sampai 2 tahun, dan jika orangtua dapat mengatasinya dengan baik, ini akan menghilang di usia anak 4-5 tahun. Untuk itu, orangtua perlu mengajarkan tentang disiplin dan konsistensi pada anak.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!