Klaster keluarga Covid-19 yang belakangan bermunculan kini mulai menjadi penyumbang terbesar lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi cukup signifikan beberapa waktu terakhir ini. Hal ini pun menimbulkan kekhawatiran tersendiri dan harus diwaspadai. Bagaimana klaster keluarga Covid-19 ini bisa terjadi?
Perlu disadari bahwa siapa saja bisa menjadi carrier virus corona, yaitu orang yang menularkan virus corona kepada orang lain. Penular virus itu tidak memandang profesi, entah orang dewasa atau anak-anak. Bahkan seringnya tidak diketahui secara pasti siapa carrier corona pertama yang menularkan virus tersebut.
Ada istilah silent carrier atau disebut dengan orang tanpa gejala (OTG), yakni yang memiliki atau terinfeksi virus corona tapi tidak bergejala, tidak terlihat sakit, tidak merasa sakit, atau bisa pula ia memiliki gejala namun sangat ringan. OTG corona bisa menularkan penyakit tersebut kepada orang lain tanpa ia sadari.
Klaster keluarga bisa terjadi ketika satu anggota keluarga yang ternyata OTG, terinfeksi virus corona, lalu menularkan ke anggota keluarga lainnya. Misalnya pemudik atau perantau yang pulang kampung, tanpa sadar terinfeksi virus corona saat dalam perjalanan. Sampai di tempat tujuan atau kampung halamannya di daerah yang berbeda dan bertemu keluarganya, ia menularkan virus tersebut ke keluarganya.
Contoh lain yakni orangtua yang bekerja atau berpergian ke luar rumah ternyata terinfeksi virus corona, membawa virus tersebut ke dalam rumah hingga menularkannya kepada anggota keluarganya. Contoh kasus lain lagi yakni saat ada orang atau pasien yang memeriksakan diri karena penyakitnya di rumah sakit ternyata ikut terinfeksi virus corona, dan saat pulang menularkan virus itu ke keluarganya.
Penularan virus corona ke satu keluarga bisa juga terjadi ketika keluarga tersebut pergi bersama-sama ke suatu tempat dan terinfeksi salah satu atau beberapa di antaranya. Anak-anak pun bisa berpotensi menjadi carrier ketika mereka dibiarkan bebas bermain di luar rumah dengan mengabaikan protokol kesehatan, seperti memakai masker atau rutin mencuci tangannya setelah beraktivitas di luar rumah.