Bahaya Pola Asuh Permisif, Anak Jadi Impulsif dan Agresif

Salah satu model pola asuh yang diterapkan orangtua terhadap anaknya adalah pola asuh permisif. Biasanya ini diterapkan para orangtua yang terlalu sibuk dengan karir ataupun pekerjaan. Waktunya sangat sempit untuk mencurahkan perhatian kepada anaknya. Akhirnya pengawasan terhadap anak sangar longgar. Anak diberi kesempatan melakukan segala sesuatu tanpa pengawasan yang ketat.

Pakar tumbuh kembang, dr Rusmawati SpA MKes dari Klinik Anak Cerdas Ceria Solo mengungkapkan ciri-ciri pola asuh permisif adalah penerimaan yang tinggi terhadap kemauan anak, namun dengan control yang rendah. Anak jarang dilarang. Bahkan orangtua merasa bersalah bila sampai melarang anak melakukan sesuatu.

Pendeknya, anak sangat dimanjakan. Anak bebas melakukan segala sesuatu sesuai keinginannya. Tidak ada peraturan yang secara ketat mengatur ini-itu di rumah. Orangtua juga hampir tak pernah memberi hukuman kepada anak karena semua kelakuan termasuk kesalahan-kesalahan yang dilakukannya dimaklumi.

Dampak dari pola asuh ini tidak baik. Anak bisa tumbuh menjadi impulsif dan agresif. Bila ada hal yang tak sesuai keinginannya dia akan marah. Anak juga mempunyai jiwa pemberontak. Bila kemauannya tak dituruti dia akan berontak. Karenanya, dia jadi pengganggu di lingkungan di mana dia berada. Anak-anak seperti ini cenderung dihindari.

Anak pun jadi kurang memiliki rasa percaya diri karena tak pernah dilarang atau dikontrol oleh orangtuanya. Sehingga dia tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Lebih buruk lagi, anak  tak mempunyai pengendalian diri yang baik. Dia pun menjadi anak yang tak disukai teman-teman dan lingkungannya.

Suka artikel ini? Ayo bagikan!